Trenggalek, SMKN 2 Trenggalek terus mengembangkan pendekatan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi kejuruan, tetapi juga kreativitas dan kesiapan memasuki dunia kerja. Berbagai agenda digelar secara terintegrasi, mulai dari Gelar Karya, Fun Run, Job Fair, hingga hiburan bagi siswa sebagai bagian dari upaya membentuk lulusan yang kompeten dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Kepala SMKN 2 Trenggalek, Masrur Hanapi, menjelaskan bahwa sekolah saat ini berupaya menyeimbangkan pengembangan kemampuan teknis (hard skill) dengan kreativitas dan kemampuan berpikir inovatif yang menjadi bagian dari soft skill peserta didik.
Salah satu wujudnya terlihat dalam pelaksanaan Gelar Karya yang memberikan ruang bagi siswa untuk menampilkan karya di luar bidang keahlian yang mereka pelajari di sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, siswa menampilkan berbagai kreasi seperti peragaan busana hasil rancangan sendiri hingga pertunjukan seni tari. Menariknya, kegiatan tersebut dilakukan meskipun SMKN 2 Trenggalek tidak memiliki program keahlian tata busana maupun seni pertunjukan.
Menurut Masrur, kegiatan tersebut dirancang untuk mendorong peserta didik mengeksplorasi potensi yang dimiliki tanpa dibatasi oleh latar belakang jurusan.
“Generasi sekarang memiliki peluang yang sangat luas. Mereka tidak harus terpaku pada bidang yang dipelajari di sekolah. Kreativitas dapat membuka banyak pilihan profesi baru yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Selain mendorong kreativitas siswa, sekolah juga fokus memperkuat hubungan dengan dunia industri melalui pelaksanaan Job Fair yang menghadirkan 28 perusahaan dari berbagai sektor. Kegiatan tersebut membuka peluang kerja bagi sekitar 2.100 lulusan.
Berdasarkan data sekolah, hingga awal Juni 2026 jumlah lulusan yang telah terserap di dunia kerja mendekati 340 orang. Angka tersebut masih terus bergerak seiring proses rekrutmen yang berlangsung.
Masrur menargetkan lebih dari 80 persen lulusan SMKN 2 Trenggalek telah memperoleh pekerjaan bahkan sebelum menerima ijazah kelulusan.
“Harapan kami, sebagian besar siswa sudah memiliki kepastian kerja sebelum lulus. Itu menjadi salah satu indikator keberhasilan pendidikan vokasi,” katanya.
Dalam mendukung proses tersebut, sekolah juga menggandeng Dinas Tenaga Kerja untuk memberikan layanan pembuatan kartu pencari kerja (AK1) secara gratis serta pembekalan terkait etika profesional dan peluang kerja bagi para siswa.
Di sisi lain, SMKN 2 Trenggalek juga menggelar kegiatan Fun Run yang melibatkan seluruh warga sekolah sebagai upaya membangun budaya hidup sehat dan menjaga kebugaran fisik peserta didik.
Sebagai pelengkap rangkaian kegiatan, sekolah menghadirkan penampilan penyanyi Niken Salindri. Kehadiran hiburan tersebut dimaksudkan untuk memberikan ruang relaksasi sekaligus membangun suasana positif di kalangan siswa.
Pihak sekolah meyakini bahwa lingkungan belajar yang sehat, kreatif, dan menyenangkan dapat membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir secara lebih terbuka dan inovatif.
“Untuk saat ini seluruh rangkaian kegiatan masih difokuskan bagi warga internal sekolah. Namun demikian, manajemen SMKN 2 Trenggalek membuka peluang untuk mengembangkan konsep kegiatan yang melibatkan sekolah lain pada masa mendatang melalui kolaborasi yang lebih luas,” pungkas Hanafi.














