Trenggalek, SMA Negeri 2 Trenggalek memastikan diri sebagai kampiun Liga Pelajar Piala Kemerdekaan 2026 kategori SLTA setelah menundukkan SMK Negeri 1 Trenggalek melalui babak adu penalti dengan skor 5-3. Laga final yang digelar di Stadion Menak Sopal, Sabtu (25/7/2026), berlangsung sengit sejak menit awal hingga akhir pertandingan.
Kedua tim tampil agresif dan langsung memperagakan permainan menyerang. Baik SMA Negeri 2 maupun SMK Negeri 1 silih berganti menciptakan peluang, namun rapatnya pertahanan serta penampilan gemilang para penjaga gawang membuat skor tetap bertahan 0-0 hingga waktu normal berakhir.
Sesuai regulasi turnamen, pertandingan yang berakhir imbang tidak dilanjutkan ke babak tambahan waktu. Pemenang langsung ditentukan melalui adu tendangan penalti setelah kedua tim menyelesaikan pertandingan berdurasi 2×30 menit.
Pada babak tos-tosan, mental para pemain SMA Negeri 2 Trenggalek terbukti lebih siap. Lima eksekutor mereka sukses menjalankan tugas tanpa kesalahan. Sebaliknya, SMK Negeri 1 Trenggalek hanya mampu mengonversi tiga tendangan menjadi gol sehingga trofi juara akhirnya menjadi milik SMA Negeri 2.
Atmosfer pertandingan semakin hidup dengan kehadiran ribuan suporter dari kedua sekolah yang memadati tribun Stadion Menak Sopal. Sepanjang pertandingan, dukungan bergemuruh terus mengiringi perjuangan para pemain, namun tetap berlangsung dalam suasana yang tertib dan kondusif.
Ketua Askab PSSI Trenggalek, Puguh Purnomo, mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan Liga Pelajar Piala Kemerdekaan 2026, baik pada kategori SLTP maupun SLTA. Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa sepak bola pelajar di Trenggalek memiliki daya tarik yang besar.
“Alhamdulillah turnamen berjalan lancar dan sukses. Antusiasme penonton cukup tinggi. Dua tribun stadion dipadati pendukung dari kedua tim,” ujarnya.
Ia juga menilai seluruh rangkaian pertandingan berlangsung dengan menjunjung tinggi sportivitas. Tidak ada insiden yang mengganggu jalannya laga, sementara para pemain maupun suporter mampu menjaga semangat fair play hingga pertandingan usai.
“Pokoknya semua berjalan sesuai harapan,” katanya.
Puguh menjelaskan, Liga Pelajar tidak hanya menjadi ajang kompetisi antar sekolah, tetapi juga bagian dari proses pembinaan pemain usia muda. Sejumlah pesepak bola potensial yang tampil dalam turnamen ini akan menjadi perhatian untuk memperkuat tim Trenggalek di berbagai kejuaraan mendatang.
Menurutnya, kualitas final kali ini menjadi gambaran positif pembinaan sepak bola usia muda di Trenggalek. Sebagian besar pemain yang memperkuat SMA Negeri 2 Trenggalek maupun SMK Negeri 1 Trenggalek merupakan tulang punggung Persiga U-17 yang tengah dipersiapkan menghadapi ajang Piala Soeratin.














