Radio Online


 

BeritaBanyuwangi

Tingkatkan Kewaspadaan, Lapas Banyuwangi Gelar Razia Kamar Hunian Seusai Apel Pagi

×

Tingkatkan Kewaspadaan, Lapas Banyuwangi Gelar Razia Kamar Hunian Seusai Apel Pagi

Sebarkan artikel ini

BANYUWANGI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus berkomitmen menjaga kondusivitas di lingkungan warga binaan. Sebagai langkah konkret, Lapas Banyuwangi menggelar razia penggeledahan mendadak di sejumlah kamar hunian, Selasa (2/6).

Menariknya, operasi senyap ini dilaksanakan tepat setelah para pegawai menyelesaikan apel pagi. Langkah tersebut sengaja diambil sebagai strategi penerapan waktu acak (random timing) agar rencana penggeledahan tidak bocor dan tidak mudah ditebak oleh para warga binaan.

Kegiatan krusial ini dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) Lapas Banyuwangi, Angga Nurdiansyah. Ia menegaskan bahwa razia ini merupakan bentuk peningkatan kewaspadaan sekaligus deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), serta upaya memutus rantai peredaran barang terlarang di dalam Lapas.

“Kami tidak ingin terjebak dalam rutinitas. Oleh karena itu, penggeledahan sengaja dilakukan usai apel pagi secara mendadak. Ini bagian dari strategi deteksi dini agar komitmen kami dalam menjaga kamtib tetap optimal,” ujar Angga.

Dalam pelaksanaannya, Angga menjelaskan bahwa kekuatan personel dibagi menjadi dua tim terpisah untuk menyisir dua blok hunian secara bersamaan, yakni Blok Griya Blambangan dan Blok Griya Ulupampang. Pada masing-masing blok tersebut, petugas membidik satu kamar hunian yang ditentukan secara acak di lokasi.

Proses penggeledahan berlangsung dengan sangat ketat dan teliti, namun tetap mengedepankan sisi humanis. Petugas memeriksa secara menyeluruh, mulai dari penggeledahan badan warga binaan hingga penyisiran ke setiap sudut area kamar hunian tanpa terkecuali.

Setelah menyisir area target selama kurang lebih 60 menit, Angga mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil operasi tersebut. Petugas memastikan tidak menemukan barang-barang yang menjadi target utama operasi, seperti handphone (HP) maupun narkoba.

“Alhamdulillah, target utama operasi seperti narkoba dan handphone nihil. Kami tidak menemukan barang-barang tersebut di dalam kamar hunian yang diperiksa,” ungkap Angga. Meski demikian, dalam razia tersebut petugas tetap mengamankan beberapa barang yang dinilai berpotensi disalahgunakan dan dapat memicu gangguan kamtib. Barang-barang temuan tersebut kemudian didata untuk segera dimusnahkan.

Comments (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *