Radio Online


 

BeritaJawa timurTrenggalek

SMK Terpadu Assalam Durenan Padukan Pendidikan Kejuruan dan Keagamaan

×

SMK Terpadu Assalam Durenan Padukan Pendidikan Kejuruan dan Keagamaan

Sebarkan artikel ini

TRENGGALEK – SMK Terpadu Assalam Durenan terus mengembangkan pendidikan berbasis keterampilan yang dipadukan dengan pembentukan karakter dan pendidikan keagamaan. Sekolah yang berada di Jalan Raya Karangrejo-Sumbergayam, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, tersebut kini memiliki sekitar 300 siswa.

Ketua Yayasan SMK Terpadu Assalam Durenan, Muhamad Nurcholis Ridwan atau yang akrab disapa Kyai Kholis, mengatakan sekolah tersebut awalnya berdiri melalui program bantuan pemerintah berupa Unit Sekolah Baru (USB) pada sekitar 2016–2017.

“SMK Assalam Durenan merupakan program bantuan dari pemerintah, USB (Unit Sekolah Baru),” kata Kyai Kholis.

Dalam perkembangannya, SMK Terpadu Assalam kini memiliki tiga kompetensi keahlian, yakni Desain Komunikasi Visual (DKV), Perbankan Mikro, dan Bisnis Digital.

Menurut pihak yayasan, kompetensi Perbankan Mikro menjadi salah satu program unggulan sekolah. Bahkan, program tersebut disebut menjadi satu-satunya kompetensi sejenis yang tersedia di wilayah Kabupaten Trenggalek.

Selain pendidikan kejuruan, siswa juga memperoleh pembelajaran tambahan sebagai bekal menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan. Salah satunya melalui pembelajaran bahasa Jepang.

Kyai Kholis menyebut, pembelajaran tersebut diberikan untuk membuka peluang bagi siswa yang memiliki ketertarikan melanjutkan pengalaman pendidikan maupun bekerja di Jepang. Sejumlah siswa bahkan disebut telah berangkat ke Jepang, sementara sebagian lainnya masih dalam proses persiapan.

“Alhamdulillah anak-anak SMK Assalam juga kami berikan pelajaran ekstra pembelajaran bahasa Jepang. Ada yang sudah berangkat ke Jepang, ada juga yang masih menunggu,” ujarnya.

Dari sisi fasilitas, pihak yayasan menyebut SMK Terpadu Assalam memiliki sarana pendidikan yang cukup lengkap. Sekolah juga menyediakan fasilitas pondok atau asrama bagi siswa yang membutuhkan.

Para siswa yang tinggal di asrama berasal dari sejumlah kecamatan di Trenggalek, seperti Munjungan, Kampak, Panggul, Gandusari, Dongko, Pule, Watulimo hingga Durenan.

Pendidikan siswa di lingkungan pondok tidak hanya berfokus pada kegiatan sekolah formal. Mereka juga mengikuti kegiatan diniyah serta pembelajaran kitab sebagai bagian dari penguatan pendidikan agama.

“Di pondok atau asrama ada diniyah dan ngaji kitab,” terang Kyai Kholis.

Perpaduan pendidikan kejuruan dan keagamaan tersebut menjadi salah satu pendekatan yang dikembangkan sekolah untuk membentuk lulusan yang memiliki keterampilan sekaligus karakter dan pemahaman agama.

Pengembangan potensi siswa juga dilakukan melalui kegiatan nonakademik. Salah satu yang menjadi perhatian adalah ekstrakurikuler drumband.

Drumband SMK Terpadu Assalam bahkan beberapa kali dilibatkan dalam kegiatan masyarakat maupun agenda di Kabupaten Trenggalek. Kyai Kholis menyebut, dalam salah satu kegiatan kirab di Trenggalek, drumband sekolahnya turut menjadi pengiring.

“Kemarin waktu kirab di Trenggalek, satu-satunya drumband yang mengiringi kirab dari SMK Assalam,” ungkapnya.

Sebagai lembaga pendidikan yang masih relatif muda, pihak sekolah menyadari perlunya strategi untuk memperkenalkan program pendidikan kepada masyarakat di tengah persaingan antar sekolah.

SMK Terpadu Assalam memilih pendekatan silaturahmi dengan mendatangi langsung calon siswa dan keluarga, termasuk para pelajar SMP yang berada di kelas IX.

Guru-guru sekolah secara langsung melakukan komunikasi dengan calon siswa untuk memperkenalkan kompetensi keahlian maupun fasilitas yang tersedia.

“Alhamdulillah kami mengedepankan silaturahim. Jadi Bapak-Ibu guru hari ini sudah silaturahim ke adik-adik SMP yang kelas 3,” pungkas Kyai Kholis.

Comments (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *