Ponorogo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo resmi menunda pelaksanaan event Ponorogo Intimate yang semula dijadwalkan berlangsung di sepanjang Jalan Urip Sumoharjo pada Sabtu malam, 8 November 2025.
Keputusan ini diambil hanya sehari setelah operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang turut menyeret Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Kabupaten Ponorogo, Ringga Dwi Heri Irawan, membenarkan adanya penundaan tersebut. Menurutnya, langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian dan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan teknis maupun situasi terkini.
“Ya, ditunda. Alasannya karena masih banyak yang perlu dipersiapkan. Jadi untuk sementara ditunda sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” ujar Ringga, dikutip dari Antara, Jumat (7/11/2025).
Informasi penundaan kegiatan itu segera meluas di berbagai platform media sosial. Padahal, Ponorogo Intimate digadang menjadi salah satu agenda unggulan Pemkab Ponorogo dalam memperkenalkan status barunya sebagai bagian dari Jejaring Kota Kreatif Dunia atau UNESCO Creative Cities Network (UCCN).
Event tersebut dirancang sebagai ruang interaksi antara pelaku ekonomi kreatif lokal dengan masyarakat, sekaligus etalase bagi karya dan produk unggulan daerah. Puluhan pelaku UMKM dari sektor kuliner, kriya, hingga fesyen telah dipersiapkan untuk ambil bagian dalam gelaran yang semula direncanakan berlangsung secara rutin setiap pekan.
Namun, dengan situasi terbaru di tubuh pemerintahan daerah, banyak pihak menilai penundaan ini menjadi langkah realistis untuk menjaga stabilitas dan citra Ponorogo di mata publik serta dunia internasional.
Pengamat kebijakan publik menilai, momentum ini seharusnya dijadikan refleksi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan memastikan bahwa semangat kota kreatif tidak berhenti hanya pada slogan, melainkan benar-benar diterjemahkan dalam praktik yang bersih, transparan, dan berpihak pada kemajuan ekonomi rakyat.
Meski tertunda, harapan besar tetap menggantung agar Ponorogo Intimate kelak dapat kembali hadir sebagai simbol kebangkitan ekonomi kreatif dan pemersatu masyarakat Ponorogo — sekaligus bukti bahwa kreativitas tetap dapat tumbuh, bahkan di tengah badai ujian integritas. (len/ant)














