BANYUWANGI – Kondisi ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Songgon dengan Dusun Plantaran, Desa Bayu, Kabupaten Banyuwangi, kini mengalami kerusakan parah. Jalan yang menjadi akses utama masyarakat itu dipenuhi lubang besar dan badan jalan yang rusak di banyak titik, sehingga kendaraan roda empat, baik mobil pribadi maupun truk, tidak lagi dapat melintas dengan aman.
Sebagai langkah antisipasi untuk menghindari kecelakaan, telah dipasang larangan bagi kendaraan roda empat memasuki ruas jalan tersebut. Sementara itu, kendaraan roda dua masih dapat melintas, meski pengendara diminta ekstra hati-hati karena kondisi jalan dinilai sangat membahayakan.
Keluhan datang dari warga yang setiap hari menggunakan jalur tersebut. Yuyun (40), warga Dusun Plantaran yang merupakan asal Tandes, Surabaya, dan kini menetap bersama suaminya, menyampaikan keresahannya saat ditemui pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 08.20 WIB.
“Saya di sini berkendara sepeda motor takut sekali, karena jalannya rusak parah. Kapan ya pemerintah membangun jalan ini kembali?” ujarnya penuh harap.
Sementara itu, Kepala Desa Bayu, Ir. Yulia Herlina, S.T., melalui pesan WhatsApp pada Rabu (1/7/2026) pukul 12.27 WIB, menegaskan bahwa kerusakan jalan sepanjang sekitar 1,7 kilometer tersebut sudah sangat memprihatinkan.
“Jalan rusak sepanjang 1,7 kilometer yang menghubungkan Balai Desa Bayu–Plantaran–Songgon ini merupakan akses vital masyarakat, dan kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” jelasnya.
Menurut Yulia, aksi warga menanam pohon pisang di tengah jalan merupakan bentuk kegelisahan sekaligus jeritan agar pemerintah segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur tersebut.
“Perlu dipahami, ruas jalan ini merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten, bukan jalan desa. Namun demikian, Pemerintah Desa Bayu tidak tinggal diam. Kami sudah berulang kali bersurat, mengajukan proposal, hingga berkomunikasi langsung dengan pihak-pihak terkait,” ungkapnya.
Ia berharap aspirasi masyarakat tidak berhenti sebagai keluhan tanpa tindak lanjut.
“Harapan kami jelas, jangan biarkan suara warga hanya menjadi gema tanpa jawaban. Masyarakat membutuhkan bukti nyata berupa perbaikan jalan, bukan sekadar janji,” tegasnya.
Berdasarkan informasi dari sejumlah warga Dusun Plantaran, perangkat Desa Bayu, serta tokoh masyarakat setempat, ruas jalan Songgon–Plantaran terakhir kali dibangun sekitar 20 tahun lalu. Sejak saat itu, belum pernah dilakukan perbaikan menyeluruh hingga kondisinya kini rusak berat.
Persoalan jalan tersebut sebenarnya telah beberapa kali diberitakan berbagai media massa maupun viral di media sosial, termasuk TikTok. Namun hingga kini, warga menilai belum ada respons nyata berupa perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Padahal, jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Setiap hari jalur ini digunakan untuk mengangkut hasil pertanian, aktivitas perdagangan, akses pendidikan, hingga mobilitas warga menuju Kecamatan Songgon maupun wilayah sekitarnya.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Banyuwangi segera mengambil langkah konkret dengan melakukan perbaikan permanen agar akses transportasi kembali normal, keselamatan pengguna jalan terjamin, dan roda perekonomian warga tidak terus terganggu.














