NASIONALTODAY.COM|Kota Batu – SATUPENA JAWA TIMUR,Pemerintah Kota Batu mengambil langkah maju yang signifikan dalam melindungi kekayaan intelektual (KI) daerahnya.
Melalui undangan dari Sekretariat Daerah Kota Batu, sebuah acara sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) besar-besaran akan diselenggarakan, menyatukan pejabat, inovator, pelaku usaha, hingga komunitas kreatif.
Hal yang menarik perhatian adalah kehadiran perwakilan dari SATUPENA dalam daftar undangan, menunjukkan pengakuan atas peran penting penulis dan karya tulis dalam ekosistem HKI.
*📅 Detail Acara dan Sorotan Utama*
*Sosialisasi ini dijadwalkan pada Selasa, 18 November 2025, bertempat di Gedung Graha Pancasila Balai Kota Among Tani*
Acara ini memiliki agenda krusial yang menargetkan peningkatan pemahaman dan kesadaran HKI di lingkungan Pemerintah Kota Batu.
*Puncak Acara: Salah satu agenda utamanya adalah Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Wali Kota Batu dan Kementerian Hukum Wilayah Jawa Timur, diikuti dengan sosialisasi HKI.*
Pengakuan Inovator: Momen penting lainnya adalah Penyerahan Hak Cipta Kepada Inovator dan peluncuran Siridakoba Versi 2.0.
*Pembicara Kunci: Materi akan disampaikan oleh narasumber dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jatim serta Kepala Divisi HKI dari Universitas Negeri Malang.*
*✒️ Fungsi dan Manfaat Nyata Kehadiran SATUPENA*
SATUPENA, yang merupakan singkatan dari Persatuan Penulis Indonesia, diundang untuk mengirimkan 2 orang perwakilan (Ketua/Anggota) dalam kategori Unsur Lainnya.
Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, tetapi membawa fungsi dan manfaat nyata dalam konteks HKI:
*1. Perlindungan Hak Cipta bagi Penulis*
Fungsi Nyata: Memastikan bahwa karya literasi—buku, puisi, skenario, dan segala bentuk tulisan—mendapatkan perlindungan Hak Cipta.
engan adanya sosialisasi dan kesepakatan HKI, penulis di bawah naungan SATUPENA dapat lebih mudah dan terjamin hak ekonomi serta hak moralnya atas karya mereka.
Manfaat Nyata: Anggota SATUPENA mendapatkan akses informasi langsung mengenai tata cara pendaftaran HKI. Hal ini akan meminimalisir praktik plagiarisme dan pembajakan, serta memberikan landasan hukum yang kuat bagi penulis untuk berkarya dan mendapatkan imbalan yang layak.
*2. Jembatan Komunikasi Antara Pemerintah dan Komunitas Kreatif*
Fungsi Nyata: SATUPENA menjadi representasi suara para penulis dan pekerja kreatif literasi.
Mereka dapat menyampaikan aspirasi, tantangan, dan kebutuhan terkait regulasi HKI langsung kepada Pemerintah Kota Batu dan Kanwil Kemenkumham.
Manfaat Nyata: Pemerintah Kota Batu mendapatkan umpan balik yang valid dari sektor kreatif. Ini memungkinkan perumusan kebijakan HKI yang lebih inklusif dan efektif, khususnya dalam mendorong pendaftaran HKI untuk karya-karya berbasis teks dan konten literasi.
*3. Mendorong Iklim Kreatif dan Inovatif Berbasis Literasi*
Fungsi Nyata: Keikutsertaan SATUPENA mendorong anggotanya untuk melihat karya tulis bukan hanya sebagai ekspresi, tetapi sebagai aset intelektual yang bernilai ekonomi.
Manfaat Nyata: Dengan pemahaman HKI yang kuat, penulis akan termotivasi untuk menghasilkan karya orisinal dan berkualitas. Ini pada akhirnya akan memperkaya khazanah literasi Kota Batu dan mendukung agenda peningkatan pelayanan kekayaan intelektual daerah yang berkelanjutan.
Kehadiran SATUPENA dalam acara ini menegaskan bahwa kekayaan intelektual daerah tidak hanya terbatas pada inovasi teknologi atau produk kerajinan, tetapi juga mencakup warisan dan potensi besar dalam bidang literasi dan penulisan.
Sisir Gemilang Kota Batu Wisata Sastra Budaya Jawa Timur Sabtu Legi 15 Nopember 2025
*Drs. Akaha Taufan Aminudin*
*KETUA SATUPENA JAWA TIMUR*














