TRENGGALEK – Antusiasme masyarakat Kabupaten Trenggalek menyaksikan rangkaian prosesi Hari Jadi ke-832 Trenggalek terlihat begitu tinggi. Ribuan warga dari berbagai kalangan, mulai anak-anak sekolah, kawula muda hingga orang dewasa, memadati sepanjang rute kirab pusaka hingga kawasan Pendopo Manggala Praja Nugraha, Jumat (4/9/2026).
Masyarakat tampak antusias menunggu rombongan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama jajaran pejabat daerah yang mengikuti kirab pusaka. Suasana semakin meriah ketika warga berebut kantong Udik-Udik yang dibagikan oleh Bupati dan sejumlah pejabat dalam rangkaian kirab tersebut.
Pada prosesi Hari Jadi ke-832 tahun ini, Pemkab Trenggalek menyiapkan sebanyak 11.000 kantong Udik-Udik untuk dibagikan kepada masyarakat. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan pelaksanaan pada tahun sebelumnya.
Angka 11.000 tersebut juga memiliki makna filosofis. Angka 11 dalam bahasa Jawa disebut sewelas, yang dimaknai sebagai simbol permohonan kawelasan atau kasih sayang dari Sang Pencipta bagi seluruh masyarakat Trenggalek.
Sementara itu, jumlah ribuan dalam 11.000 kantong Udik-Udik tersebut dimaknai sebagai doa agar masyarakat senantiasa mendapatkan keberkahan dan perlindungan.
Antusiasme masyarakat yang begitu tinggi dalam mengikuti rangkaian Hari Jadi ke-832 Trenggalek turut mendapat perhatian Bupati Mochamad Nur Arifin.
Namun, ketika ditanya mengenai antusiasme dan keriangan masyarakat dalam prosesi tersebut, Mas Ipin justru menekankan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan pemerintah daerah.
“Alhamdulillah masih banyak yang harus dikerjakan sehingga masyarakat bisa merasakan suka cita bukan karena hanya hari jadi. Tetapi hari harinya semakin lebih baik,” kata Mochamad Nur Arifin.
Menurutnya, kemeriahan Hari Jadi Trenggalek bukan semata-mata menjadi momentum seremonial tahunan. Lebih dari itu, peringatan hari jadi diharapkan menjadi pengingat bahwa pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus terus dilakukan.
Rangkaian prosesi Hari Jadi ke-832 Trenggalek sendiri menjadi salah satu momentum yang mempertemukan unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pelajar, serta masyarakat umum dalam suasana kebersamaan dan pelestarian tradisi daerah.
Tingginya partisipasi masyarakat juga menunjukkan bahwa tradisi dan rangkaian peringatan Hari Jadi Trenggalek masih mendapat tempat di tengah masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai budaya dan sejarah daerah.














