Banyuwangi – Pemerintah Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, menggelar rangkaian kegiatan Ekspresi Budaya dan Sound Horeg dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia sekaligus Milad ke-31 Desa Wringinputih, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah memperkuat persatuan warga sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pelibatan pelaku UMKM dan pedagang kaki lima (PKL).
Mengusung tema “Sinergi Dalam Ekspresi, Merawat Budaya untuk Indonesia Lebih Maju”, kegiatan Ekspresi Budaya dibuka sekitar pukul 13.30 WIB oleh Kepala Desa Wringinputih, Mohamad Nurhadi, S.HI. Sebanyak 14 peserta dari berbagai lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat mengikuti pawai budaya dengan rute mulai dari depan Kantor Desa Wringinputih hingga Lapangan Merdeka Wringinputih.
Sementara sound horeg dilepas sekitar pukul 15.50 WIB, kemeriahan berlanjut dengan parade Sound Horeg yang diikuti 20 peserta dari berbagai dusun di Desa Wringinputih. Rute dimulai dari Dusun Tegalpare, melintasi Dusun Krajan, dan berakhir di Dusun Kabatmantren.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Wringinputih Mohamad Nurhadi mengatakan, peringatan tahun ini memiliki makna istimewa karena bertepatan dengan HUT ke-81 RI sekaligus Milad ke-31 Desa Wringinputih.
“Alhamdulillah, perjalanan desa sudah memasuki usia 31 tahun. Harapan kami Indonesia semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera, khususnya warga Desa Wringinputih. Semoga desa ini terus berkembang, melahirkan sumber daya manusia yang unggul, ekonomi masyarakat semakin baik, serta seluruh warga diberikan kebahagiaan dunia dan akhirat,” ujarnya.
Nurhadi menegaskan, kegiatan Ekspresi Budaya telah menjadi agenda tahunan Pemerintah Desa Wringinputih. Selain menjadi ruang pelestarian budaya, kegiatan ini juga bertujuan mempererat persatuan dan kesatuan masyarakat.
“Pesan terpenting dari kegiatan ini adalah mengukuhkan persatuan dan kesatuan masyarakat desa, sekaligus mendukung penguatan ekonomi masyarakat kecil, terutama UMKM dan PKL di sekitar Desa Wringinputih,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh peserta, penonton, dan masyarakat untuk menjaga keamanan serta ketertiban selama rangkaian acara berlangsung.
“Kami berharap seluruh pihak mematuhi aturan yang telah disepakati. Jangan sampai kegiatan yang baik ini justru menimbulkan persoalan hukum. Mari kita jaga bersama agar acara berlangsung aman, nyaman, tertib, dan sukses,” tegasnya.
Kepala desa juga mengingatkan para peserta Sound Horeg agar mematuhi seluruh ketentuan teknis yang telah disepakati bersama dengan pihak kepolisian, termasuk terkait waktu tampil dan tata tertib pelaksanaan.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap barang bawaannya selama menikmati hiburan.
“Para pedagang maupun penonton agar menjaga barang-barangnya dengan baik. Jangan sampai ingin bergembira, tetapi kehilangan telepon genggam atau sepeda motor. Semoga Allah SWT meridai kegiatan ini sehingga seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan sukses,” tuturnya.
Sebelum kegiatan dimulai, Sekretaris Desa Wringinputih, Budi Santoso, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI telah menjadi agenda rutin Pemerintah Desa bersama seluruh lembaga desa.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Desa Wringinputih bersama lembaga-lembaga desa menggelar berbagai perlombaan dan kegiatan, di antaranya Ekspresi Budaya dan Sound Horeg yang nantinya akan ditutup dengan Milad Desa serta tasyakuran HUT ke-81 Republik Indonesia,” jelasnya.
Menurut Budi, kegiatan Ekspresi Budaya melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari lembaga pendidikan TK, SD/MI, SMP/SMA, organisasi desa, Karang Taruna, hingga Pemerintah Desa Wringinputih.
“Alhamdulillah, hari ini kegiatan dimulai dengan Ekspresi Budaya yang diikuti 14 peserta. Malam harinya dilanjutkan Sound Horeg dengan 20 peserta dari berbagai dusun di Desa Wringinputih. Kami berharap seluruh rangkaian acara dapat berlangsung aman, tertib, dan menjadi hiburan sekaligus kebanggaan bagi masyarakat,” pungkasnya.














