Banyuwangi – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh putri daerah asal Kabupetan Banyuwangi di kancah internasional. Dua bersaudara, Cherie Callista Wangsa dan Vivianne Vernetta Wangsa, sukses mengharumkan nama Bumi Blambangan bahkan Indonesia dalam ajang Champs Universal Music Festival (CUMF) 2026 yang berlangsung di Johor, Malaysia.
Tidak sekadar meraih gelar juara di kategori masing-masing, keduanya juga masuk dalam daftar peserta dengan nilai tertinggi dari seluruh cabang lomba yang dipertandingkan.
CUMF merupakan babak final internasional yang mempertemukan para pemenang dari berbagai negara. Sebelum tampil di Malaysia, peserta harus lolos seleksi nasional melalui ajang Indonesia Winter Music Festival.
Dalam kompetisi tersebut, Cherie Callista Wangsa, berhasil meraih gelar pertama Champion Aged 19 and Above. Mahasiswi semester 4 Universitas Surabaya (Ubaya) sekaligus alumni SMAK Hikmah Mandala Banyuwangi itu juga dinobatkan sebagai peraih pertama Best Highest Score, atau nilai tertinggi pertama dari seluruh peserta yang berlaga.
Prestasi sang adik juga tidak kalah membanggakan, Vivianne Vernetta Wangsa. Siswi kelas 7 SMPK Santo Yusup Banyuwangi dan alumni SDK Bhakti Rogojampi tersebut meraih juara tiga Champion Aged 13–15. Vivianne juga menempati posisi ketiga Best Highest Score, atau peringkat ketiga nilai tertinggi dari seluruh peserta lintas kategori.
Capaian itu menjadi prestasi istimewa. Sebab, kakak beradik tersebut mampu menembus jajaran tiga besar nilai tertinggi dalam kompetisi yang diikuti peserta dari berbagai negara dengan beragam cabang musik.
Putri pasangan suami istri (pasutri) Mindarto dan Jeanny Margareth itu memang bukan wajah baru di panggung internasional. Sebelumnya, mereka pernah tampil dalam ajang Asia Championship di Bangkok, Thailand, pada 2024 Yang mana mereka masing-masing meraih 2 penghargaan yaitu elite gold / champion & gold medalist.. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun mental bertanding di level dunia.
Sang ibu, Jeanny Margareth mengatakan, keberhasilan yang diraih Cherie dan Vivianne bukan hasil instan, melainkan buah dari kerja keras, disiplin berlatih, dan pengorbanan waktu sejak usia dini.
“Anak-anak sudah terbiasa menjalani latihan secara rutin. Banyak waktu bermain dan liburan yang harus dikorbankan untuk persiapan lomba. Bahkan, mereka sering tetap berlatih di tengah kesibukan sekolah maupun kuliah,” ujarnya.
Menurut Jeanny, tampil di kompetisi internasional juga membutuhkan kesiapan mental yang tidak mudah. Apalagi mereka harus bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai negara yang memiliki kemampuan luar biasa.
“Yang paling berat sebenarnya bukan saat tampil di atas panggung, tetapi proses panjang sebelum itu. Mereka harus belajar mengatasi rasa gugup, menjaga konsistensi latihan, dan terus bangkit setiap kali menghadapi kegagalan atau hasil yang belum sesuai harapan,” katanya.
Jeanny mengaku bersyukur atas hasil yang diraih kedua putrinya. Namun, baginya, pencapaian terbesar bukan sekadar trofi maupun gelar juara.
“Kami bersyukur atas prestasi ini. Yang paling membanggakan adalah melihat mereka belajar tentang kerja keras, disiplin, dan tidak mudah menyerah. Juara adalah bonus dari proses panjang yang mereka jalani,” ungkapnya.
Di luar kompetisi, Jeanny menyebut, Cherie dan Vivianne juga aktif mengembangkan bakat musik melalui platform digital. Cherie rutin membagikan karya dan penampilannya melalui kanal YouTube miliknya yaitu “Cherie Callista”, sementara Vivianne juga aktif menampilkan berbagai penampilan musik melalui kanal pribadinya yaitu “Vivianne Wang”.
“Keberhasilan kedua tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Banyuwangi mampu bersaing di tingkat internasional. Prestasi yang diraih tidak hanya membanggakan keluarga, tetapi juga membawa nama Banyuwangi dan Indonesia semakin dikenal di panggung musik dunia,” pungkasnya.














