Trenggalek, Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) mulai memperkuat pengawasan serta kesiapan pengelolaan destinasi wisata guna mengantisipasi potensi lonjakan kunjungan wisatawan. Upaya ini dilakukan dengan memastikan kesiapan sarana prasarana, sumber daya manusia, hingga standar operasional pelayanan di berbagai objek wisata.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparbud Trenggalek, Toni Widianto, mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi terkait penguatan pengelolaan sektor pariwisata.
“Beberapa hari lalu kami telah berkomunikasi dengan pengelola destinasi wisata melalui forum rembug wisata. Fokusnya pada penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan, retribusi, kebersihan, serta berbagai aspek teknis lain yang berkaitan dengan kenyamanan pengunjung,” ujar Toni.
Ia menjelaskan, pihaknya juga mengimbau pengelola destinasi untuk melakukan pengecekan secara berkala terhadap fasilitas umum, termasuk papan penunjuk arah dan papan imbauan bagi wisatawan.
Menurut Toni, peningkatan kualitas pengelolaan destinasi wisata juga sejalan dengan program nasional yang diusung Presiden Republik Indonesia, Prabowo, melalui gerakan Indonesia Asri. Program tersebut menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, sehat, rapi, dan indah di seluruh sektor kehidupan, termasuk di kawasan wisata.
“Program dari Bapak Presiden ini tentu relevan dengan sektor pariwisata. Karena itu kebersihan menjadi salah satu target utama kami, termasuk dalam pengelolaan sampah di area destinasi wisata. Hal ini juga sudah kami sampaikan kepada para pengelola maupun pelaku usaha wisata,” jelasnya.
Selain aspek pengelolaan destinasi, Disparbud Trenggalek juga memberi perhatian pada faktor keamanan dan keselamatan akses menuju lokasi wisata. Toni menyebutkan bahwa koordinasi dengan pihak kepolisian terus dilakukan untuk memastikan wisatawan mendapatkan informasi yang jelas terkait rute perjalanan.
Ia mengungkapkan, beberapa jalur menuju destinasi wisata di Trenggalek memiliki kondisi jalan yang cukup menantang, bahkan terdapat titik-titik yang mengalami kerusakan.
“Ada beberapa arah menuju destinasi wisata yang akses jalannya rusak dan ada juga medan yang cukup menantang. Karena itu kami mengimbau pengunjung agar memilih jalur yang benar dan tidak sepenuhnya bergantung pada Google Maps,” katanya.
Apabila suatu destinasi hanya memiliki satu jalur akses, Toni mengingatkan wisatawan agar menggunakan kendaraan yang layak serta memastikan pengemudi memiliki keterampilan berkendara yang memadai.
“Teknik berkendara harus benar-benar dikuasai. Pengemudi juga disarankan melakukan pengereman secara tepat serta sesekali berhenti untuk mendinginkan mesin kendaraan, terutama pada jalur menanjak. Selain itu, penting bagi pengemudi untuk memperhatikan setiap rambu dan papan imbauan yang tersedia di sepanjang jalur menuju destinasi wisata,” pungkasnya.














