Trenggalek, Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kabupaten Trenggalek guna memastikan ketersediaan pasokan gas LPG bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Dalam sidak tersebut, Doding meninjau dua SPBE yang beroperasi di wilayah Trenggalek, yakni SPBE di Karangsoko dan Kranding. Kedua fasilitas tersebut menjadi pusat pengisian dan distribusi LPG untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai kecamatan.
Menurut Doding, kapasitas produksi dari dua SPBE tersebut dinilai cukup signifikan. SPBE Karangsoko mampu mengisi sekitar 13 ribu tabung gas per hari, sementara SPBE Kranding memproduksi sekitar 11 ribu tabung. Dengan demikian, total kapasitas pengisian LPG di Trenggalek mencapai sekitar 24 hingga 25 ribu tabung setiap harinya.
“Jadi hari ini kita sidak ke SPBE di Kabupaten Trenggalek. Di sini setiap hari mereka bisa mengisi gas. Di Trenggalek ada dua SPBE, yaitu di Karangsoko dan Kranding. Di Karangsoko sekitar 13 ribu tabung, sedangkan di Kranding sekitar 11 ribu tabung. Jadi totalnya sekitar 24 sampai 25 ribu tabung setiap hari,” ujar Doding.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan LPG menjelang Lebaran, Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga telah mengajukan penambahan kuota gas kepada pihak terkait. Upaya tersebut telah mulai direalisasikan secara bertahap.
Doding menjelaskan, pada pekan sebelumnya telah masuk tambahan sekitar 18 ribu tabung gas. Secara keseluruhan, total tambahan kuota yang diajukan mencapai sekitar 65 ribu tabung.
“Pemkab sudah berkirim surat untuk meminta tambahan tabung gas menjelang Lebaran. Minggu kemarin sudah ada tambahan sekitar 18 ribu tabung, dan total penambahan yang direncanakan mencapai 65 ribu tabung. Penyalurannya akan dilakukan secara bertahap,” jelasnya.
Ia berharap tambahan kuota tersebut mampu menjaga stabilitas pasokan LPG di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat, khususnya dari sektor usaha kecil dan pedagang yang biasanya mengalami peningkatan aktivitas menjelang hari raya.
“Dengan tambahan kuota 65 ribu tabung itu, kita harapkan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Jadi masyarakat tidak perlu panik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Doding juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap kelompok masyarakat rentan serta pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada LPG untuk menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.
“Kita upayakan sepenuhnya untuk kebutuhan masyarakat dan pedagang. Karena kita tahu pasti ada peningkatan pemakaian gas, khususnya pada pedagang. Kalau kebutuhan mereka tidak terpenuhi tentu akan sangat kasihan, apalagi bagi warga kurang mampu yang harus betul-betul kita perhatikan,” ungkapnya.
Meski pasokan dipastikan aman, Doding tetap mengimbau masyarakat untuk menggunakan LPG secara bijak dan sesuai kebutuhan agar distribusi tetap merata.
“Kita tetap menghimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan gas secara berlebihan. Gunakanlah seperlunya saja,” pungkasnya.














