Radio Online


 

BeritaJawa timurTrenggalek

Dinas Pertanian Trenggalek Dorong Gerakan Perempuan Sarinah Kelola Sampah Organik

×

Dinas Pertanian Trenggalek Dorong Gerakan Perempuan Sarinah Kelola Sampah Organik

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Imam Nur Hadi, saat mendampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini.

Trenggalek, Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Pertanian dan Pangan mendorong pengelolaan sampah rumah tangga secara terpadu melalui Gerakan Perempuan Sarinah. Program ini menitikberatkan pemilahan dan pengolahan sampah organik maupun anorganik dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, khususnya kaum perempuan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Imam Nur Hadi, menjelaskan bahwa Gerakan Perempuan Sarinah merupakan konsep pengelolaan sampah yang berangkat dari kepanjangan kata Sarinah, yakni Selesaikan Sampah Organik dan Limbah.

“Konsepnya berawal dari Sarinah itu sendiri. Hari ini kita menghadapi banyak problematika sampah, baik anorganik, organik, maupun sampah yang sudah tidak bisa diolah lagi. Maka itu kita pisahkan, siapa yang akan menangani,” ujar Imam saat mendampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek.

Imam menjelaskan, pengelolaan sampah anorganik seperti plastik akan diarahkan ke sekolah-sekolah melalui program Sangu Sampah. Sementara limbah minyak jelantah dikelola oleh ibu-ibu PKK. Adapun sampah organik akan ditangani bersama Kelompok Wanita Tani (KWT).

Menurutnya, potensi limbah organik rumah tangga di Trenggalek cukup besar. Selain berasal dari dapur rumah tangga, limbah organik juga dihasilkan dari dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), warung, hingga sektor industri.

“Limbah-limbah organik ini nanti dikelola oleh KWT, baik menjadi pupuk organik cair (POC) maupun pupuk organik padat,” jelasnya.

Imam menambahkan, sebagian besar KWT di Trenggalek telah memiliki kemampuan mengolah sampah organik menjadi pupuk. Meski demikian, proses tersebut tetap akan berada dalam pengawasan dan pendampingan penyuluh pertanian.

“Penyuluh pertanian nanti juga akan mengarahkan pergerakannya ke sana. Saat ini pupuk organik sangat dibutuhkan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas, baik di lahan sawah maupun pekarangan,” ujarnya.

Melalui skema ini, petani dapat memperoleh pupuk organik cair secara gratis dari KWT. Namun, Imam berharap ada kontribusi sukarela dari petani demi keberlanjutan program.

“Harapannya, karena limbah dapur MBG cukup besar, petani kita siapkan POC dan petani tinggal mengambil. Gratis, hanya saja demi keberlanjutan kegiatan, petani kalau bisa menyumbang seikhlasnya ke KWT agar ibu-ibu tetap bisa melaksanakan kegiatan ini secara berkelanjutan,” pungkas Imam.

Comments (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *