Radio Online


 

BeritaJawa timurTrenggalek

Musim Hujan Tingkatkan Risiko DBD, Dinkes Trenggalek Imbau Warga Waspada

×

Musim Hujan Tingkatkan Risiko DBD, Dinkes Trenggalek Imbau Warga Waspada

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan Trenggalek Dr.Narto

Trenggalek, Musim hujan yang disertai peningkatan curah hujan berpotensi memicu berkembangnya penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Trenggalek. Dinas Kesehatan (Dinkes) Trenggalek mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai munculnya genangan air yang dapat menjadi tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti.

Kepala Dinas Kesehatan Trenggalek, Dr.Narto menjelaskan bahwa hujan dapat menciptakan genangan air bersih di lingkungan permukiman, seperti pada wadah penampungan air, kaleng bekas, maupun selokan yang tersumbat. Kondisi tersebut berisiko meningkatkan populasi nyamuk penular DBD.

“Hujan memicu terbentuknya genangan air bersih yang menjadi tempat perindukan nyamuk demam berdarah. Jika tidak dikendalikan, ini bisa meningkatkan risiko penularan,” ujar Narto.

Meski demikian, Dinkes Trenggalek hingga saat ini belum mencatat adanya peningkatan kasus DBD di wilayah tertentu. Seluruh kecamatan masih berada dalam kondisi terkendali dan belum menunjukkan lonjakan angka kesakitan akibat penyakit musiman tersebut.

“Belum ada wilayah yang menunjukkan kenaikan kasus. Situasinya masih terkendali,” tegasnya.

Selain DBD, Dinkes juga mengingatkan potensi penyakit lain yang sering muncul saat musim hujan, seperti diare dan tifus akibat menurunnya kualitas sanitasi lingkungan. Namun, keluhan masyarakat terkait meningkatnya jumlah lalat di permukiman belum berdampak pada peningkatan kasus penyakit.

Untuk mencegah DBD, Dinkes Trenggalek mengimbau masyarakat aktif menerapkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air.

“Peran aktif masyarakat sangat penting. Pencegahan sejak dini menjadi kunci agar DBD tidak berkembang saat musim hujan,” pungkas Narto.

Comments (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *