TRENGGALEK – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Trenggalek terus mematangkan strategi pembinaan atlet guna mendongkrak prestasi olahraga daerah. Evaluasi hasil Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2025 menjadi pijakan untuk menatap persaingan pada Porprov 2027.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Trenggalek yang digelar di Gedung Bawarasha, Minggu (30/8/2026). Forum tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus menyusun program kerja KONI untuk menghadapi berbagai agenda olahraga ke depan.
Ketua KONI Trenggalek, Doding Rahmadi, mengatakan Rakerkab merupakan tindak lanjut dari Rakerda KONI Jawa Timur. Sejumlah hasil pelaksanaan Porprov 2025, termasuk persoalan anggaran dan berbagai kendala dalam pembinaan atlet, menjadi bahan evaluasi.
“Rakerkab ini merupakan tindak lanjut dari Rakerda provinsi beberapa waktu yang lalu. Kita akan mengevaluasi hasil kegiatan Porprov 2025, baik soal anggaran maupun permasalahan lain. Termasuk program kerja 2026,” kata Doding.
Selain melakukan evaluasi, KONI juga mulai memancang program pembinaan untuk menghadapi agenda olahraga pada 2027. Aspirasi dari masing-masing cabang olahraga (cabor) akan menjadi salah satu bahan dalam penyusunan program tersebut.
Doding mengungkapkan, saat ini KONI Trenggalek telah menjalankan pemusatan latihan bagi 15 atlet. Jumlah tersebut masih jauh dari target awal yang mencapai 40 atlet lantaran keterbatasan anggaran.
“Tadi sudah saya sampaikan jika pemusatan latihan terhadap 15 atlet sudah dilakukan. Sebenarnya kita target 40 atlet, namun anggarannya terbatas. Tapi 2027 kita carikan anggaran lagi,” tuturnya.
KONI Trenggalek sendiri memasang target realistis namun cukup ambisius pada Porprov 2027. Setelah pada Porprov 2025 harus berada di posisi bawah klasemen perolehan medali, pembinaan atlet kini diarahkan untuk membawa Trenggalek keluar dari zona juru kunci.
Doding optimistis peluang tersebut terbuka, terlebih sejumlah atlet telah masuk dalam program pemusatan latihan dan dipersiapkan untuk menjadi pendulang medali.
“Kita cukup optimis bisa keluar dari dasar klasemen perolehan medali. Sekarang ada 15 atlet yang memasuki pemusatan latihan dan siap menyumbang medali,” tegasnya.
Untuk merealisasikan target tersebut, KONI menilai sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menjadi faktor penting. Kolaborasi tidak hanya berkaitan dengan dukungan anggaran, tetapi juga penyelenggaraan kejuaraan sebagai bagian dari proses pencarian dan pematangan atlet.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Trenggalek, Arief Setiawan, menyambut positif Rakerkab KONI. Menurutnya, forum tersebut dapat menjadi ruang untuk menyinkronkan program KONI dengan agenda Dispora sehingga pembinaan olahraga dapat berjalan lebih terarah.
“Nanti kita akan kolaborasikan program kerja dari KONI dan Dispora untuk kemajuan olahraga di Trenggalek,” ujarnya.
Menurut Arief, kolaborasi tersebut akan diwujudkan melalui sejumlah agenda olahraga. Salah satunya adalah Pekan Olahraga Daerah (Popda) yang dalam waktu dekat akan digelar.
Event tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk memantau perkembangan atlet sekaligus menjaring bibit-bibit potensial yang nantinya dapat diproyeksikan ke level yang lebih tinggi.
Dukungan juga diarahkan untuk persiapan menghadapi Porprov 2027. Dispora bersama KONI berkomitmen memperkuat pembinaan sehingga Trenggalek tidak lagi berkutat di dasar klasemen.
“Termasuk kita akan mensupport di Porprov 2027, Trenggalek keluar dari posisi juru kunci,” pungkas Arief.














