Trenggalek, Empat pelajar SMP Negeri 4 Trenggalek yang terjebak di kawasan hutan Gunung Orak-Arik, Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan, Sabtu (8/8).
Keempat pelajar tersebut diketahui berada di kawasan gunung saat petugas gabungan dari Polri, TNI, BPBD, Perhutani, serta masyarakat tengah berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan tersebut.
Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H., melalui Kasihumas Polres Trenggalek AKP Katik, S.H., mengatakan keberadaan keempat pelajar diketahui setelah petugas menerima laporan dari warga sekitar.
“Jadi, saat petugas gabungan dari Polri, TNI, BPBD dan Perhutani sedang bekerja keras memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Gunung Orak-Arik, menerima informasi bahwa terdapat empat orang pelajar yang berada di atas Gunung Orak-Arik,” jelas AKP Katik.
Keempat pelajar tersebut dilaporkan mengalami ketakutan dan tidak dapat turun dari kawasan tersebut. Tali yang sebelumnya digunakan sebagai akses untuk naik dan turun diketahui telah putus.
Di sisi lain, kondisi di sekitar lokasi cukup membahayakan. Asap terlihat membumbung tinggi, sementara sejumlah titik api masih menyala dan terus merembet ke area lainnya.
Mendapat laporan tersebut, petugas gabungan bersama masyarakat sekitar segera menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi. Proses penyelamatan dilakukan secara hati-hati lantaran medan yang curam dan kondisi kebakaran yang masih berlangsung.
Petugas kemudian menggunakan tali untuk mengevakuasi keempat pelajar tersebut menuju lokasi yang lebih aman.
“Evakuasi menggunakan tali dan langsung kita bawa ke tempat yang lebih aman untuk dilakukan pertolongan dan pengecekan kesehatan,” imbuhnya.
Setelah berhasil dievakuasi, keempat pelajar tersebut menjalani pemeriksaan kondisi kesehatan. Setelah dinyatakan selamat dan tidak mengalami kekurangan maupun kondisi yang membahayakan, petugas menghubungi pihak keluarga.
Keempatnya kemudian diantar oleh petugas hingga ke rumah masing-masing.
Sementara itu, petugas gabungan lainnya melanjutkan upaya pemadaman karhutla di kawasan Gunung Orak-Arik. Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 13.45 WIB.
Dalam proses pemadaman, petugas menggunakan peralatan sederhana berupa gebyok untuk memukul dan memadamkan titik api. Petugas juga membuat sekat bakar atau ilaran guna melokalisir kobaran api dan mencegahnya meluas ke kawasan lainnya.
Setelah dilakukan penanganan secara bersama-sama, sekitar pukul 17.30 WIB api berhasil dikendalikan.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi membahayakan diri di kawasan hutan, khususnya ketika terjadi kebakaran. Kondisi medan yang curam ditambah kobaran api dan kepulan asap dapat membahayakan keselamatan.














