Nganjuk, Di usia yang telah menginjak 84 tahun, kehidupan Ibu Tuminah, warga Desa Bukur, Kecamatan Patianrowo, tak lagi mudah. Kondisi kesehatannya yang menurun membuat aktivitas sehari-hari semakin terbatas, sementara rumah yang ditempatinya masih jauh dari kata layak.
Namun pada Kamis (12/3/2026), secercah harapan datang menghampiri.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, yang akrab disapa Kang Marhaen, turun langsung menyerahkan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) kepada Tuminah.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memperbaiki kondisi rumah agar lebih layak dan nyaman bagi Tuminah dan keluarganya.
Total bantuan yang diberikan mencapai Rp20 juta, hasil kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebesar Rp10 juta dan CSR PT Irfai Berkah Sejahtera sebesar Rp10 juta.
Selain penyerahan simbolis bantuan RTLH, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan paket sembako untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarga penerima.
Bupati Nganjuk Kang Marhaen menegaskan bahwa program bantuan perbaikan rumah menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk memastikan seluruh masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak.
“Kami tidak ingin ada warga Nganjuk yang tinggal di rumah tidak layak huni. Karena itu kami terus melakukan berbagai terobosan, termasuk menggandeng Baznas dan CSR dari perusahaan swasta agar penanganan RTLH bisa dipercepat,” ujar Kang Marhaen.
Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan tidak boleh menjadi penghalang bagi pemerintah daerah dalam melayani masyarakat.
“Efisiensi tidak boleh menghalangi kinerja pemerintah daerah. Komitmen kami untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nganjuk harus tetap berjalan. Karena itu kami mencari berbagai cara agar program sosial seperti ini tetap bisa terlaksana,” tegasnya.
Penyerahan bantuan tersebut juga disaksikan oleh sejumlah pejabat dan unsur masyarakat.
Tampak hadir di lokasi Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PRKPP) beserta Sekretaris Dinas PRKPP, Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) Patianrowo, serta perangkat Desa Bukur.
Selain itu hadir pula pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Patianrowo yang selama ini mendampingi masyarakat.
Aparat keamanan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga turut hadir memastikan kegiatan berjalan lancar.
Kolaborasi berbagai pihak tersebut menjadi bukti bahwa penanganan rumah tidak layak huni tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan banyak pihak.
Pemerintah Kecamatan Patianrowo menyampaikan apresiasi atas kepedulian pemerintah daerah dan semua pihak yang terlibat.
Camat Patianrowo Tri Hatmanto, yang akrab disapa Tito, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada warganya.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati Nganjuk Kang Marhaen, Baznas, serta PT Irfai Berkah Sejahtera yang telah memberikan bantuan kepada warga kami. Bantuan ini sangat berarti bagi Ibu Tuminah dan keluarganya,” ujar Tito.
Ia berharap program perbaikan rumah tidak layak huni dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak warga yang terbantu.
“Kami berharap program seperti ini terus berjalan sehingga warga yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkan rumah yang lebih layak, sehat, dan aman untuk ditempati,” katanya.
Tito juga mengingatkan masyarakat untuk saling peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.
“Kami mengajak masyarakat dan perangkat desa untuk aktif melaporkan jika ada rumah warga yang tidak layak huni. Dengan begitu pemerintah dapat segera mengambil langkah agar tidak ada warga yang hidup dalam kondisi rumah yang memprihatinkan,” pesannya.
Bagi Tuminah, bantuan tersebut bukan sekadar angka Rp20 juta.
Di tengah usia senja dan kondisi kesehatan yang menurun, bantuan itu menjadi tanda bahwa ia tidak sendiri.
Bahwa di balik dinding rumah yang mulai rapuh, masih ada kepedulian yang datang mengetuk dengan membawa harapan baru untuk hidup yang lebih layak.














