Bekasi Kota – Rabu (07/01/2026), telah dilaksanakan Rapat Evaluasi yang bertempat di Ruang Rapat Kantor Dinas Perhubungan Kota Bekasi. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengevaluasi pelaksanaan open traffic Jembatan Baru Pintu Air serta manajemen rekayasa lalu lintas sistem satu arah di Jalan Pangeran Jayakarta, Kelurahan Harapan Mulya dan Kelurahan Margamulya.
Rapat dihadiri oleh berbagai unsur, termasuk Polri, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, serta perwakilan masyarakat. Dari pihak Polri, hadir personel Satlantas Polres Metro Bekasi Kota dan Polsek Metro Medan Satria, termasuk Bhabinkamtibmas Kelurahan Harapan Mulya, Bripka Yophi Prima, SH. Kegiatan ini dipimpin oleh Kabid Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Bekasi.
Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai masukan dan evaluasi mengenai kondisi lalu lintas setelah dibukanya jembatan baru tersebut. Secara umum, pembangunan jembatan dinilai telah memberikan dampak positif dengan berkurangnya kemacetan, terutama di simpang Pintu Air, yang sebelumnya seringkali mengalami kepadatan arus kendaraan.
Meski demikian, beberapa permasalahan masih terlihat di lapangan. Hadirnya parkir liar kendaraan roda empat dan keberadaan pedagang kaki lima yang mengganggu kelancaran arus lalu lintas menjadi sorotan. Para peserta rapat menekankan pentingnya penertiban yang berkelanjutan serta peningkatan sosialisasi kepada masyarakat melalui peran aktif RT dan RW setempat.
Perwakilan masyarakat dari beberapa RW mengajukan aspirasi terkait kebutuhan pemasangan rambu-rambu lalu lintas, spanduk imbauan, serta penghambat laju kendaraan untuk mencegah kecelakaan. Selain itu, mereka juga menyoroti masalah pengelolaan sampah dan penataan parkir di sekitar Apartemen Urbano dan kawasan Pintu Air.
Sebagai hasil rapat, disepakati beberapa langkah tindak lanjut, antara lain:
Penertiban parkir liar dan pedagang kaki lima melalui sosialisasi dan pemasangan spanduk imbauan.
Percepatan pemasangan rambu-rambu lalu lintas sesuai fungsinya.
Penataan kawasan Pintu Air agar parkir dan aktivitas pedagang terorganisir.
Rapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. Diharapkan, melalui sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat, rekayasa lalu lintas yang telah diterapkan dapat berjalan optimal untuk keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.














