BANYUWANGI –* Program Rantang Kasih milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus menyapa warga yang membutuhkan. Program ini telah mendatangi Bu Sahani (67) dan Bu Samsiyah (69), dua lansia sebatang kara yang tinggal sendirian.
Setiap pagi sekitar pukul 06.30 WIB, Elok Susanti, kader pengantar Rantang Kasih, datang dengan membawa rantang berisi makanan. Bagi Sahani yang tinggal di Kelurahan Tukang Kayu, Kecamatan Banyuwangi, kedatangan Elok bukan sekadar mengantar makanan, tetapi juga menjadi bentuk perhatian yang menguatkan hari-harinya di usia senja.
Sahani telah lama ditinggal suaminya dan tidak memiliki anak. Di tengah keterbatasan, ia bersyukur menjadi salah satu penerima manfaat program pemberian makanan gratis bagi lansia dhuafa yang hidup sebatang kara di Banyuwangi.
“Alhamdulillah sangat terbantu. Setiap pagi sudah diantarkan makanan, jadi tidak bingung lagi mau makan apa. Terima kasih kepada Pemkab Banyuwangi,” ujar Sahani.
*Samsiyah Tak Perlu Repot Memikirkan Makan*
Hal yang sama juga dirasakan oleh Samsiyah, warga Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, penerima Rantang Kasih. Nenek berusia 69 tahun yang tinggal sendirian di rumahnya ini mengaku sangat senang karena dia tidak perlu repot lagi memikirkan kebutuhan makan setiap harinya.
Program yang diinisiasi sejak era Bupati Abdullah Azwar Anas dan terus dilanjutkan oleh Bupati Ipuk Fiestiandani ini memang sengaja dirancang untuk hadir secara langsung (door to door). Tujuannya bukan hanya memberikan asupan gizi, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan dan keberadaan para lansia terpantau setiap hari.
Pemkab Banyuwangi memastikan program Rantang Kasih akan terus berlanjut dan diperluas. Kolaborasi bersama kader PKK, Tagana, dan pemerintah kelurahan/desa menjadi kunci agar distribusi makanan tepat sasaran dan tidak ada lansia sebatang kara yang terlewatkan di Bumi Blambangan
Reporter biro Banyuwangi
Alvian hidayat














