*BANYUWANGI –* Dampak perhelatan budaya akbar Gandrung Sewu 2026 mulai terasa. Jelang puncak pertunjukan kolosal yang akan digelar pada Sabtu (24/10/2026) di Pantai Marina Boom, arus kedatangan wisatawan ke Banyuwangi mengalami lonjakan signifikan.
Berdasarkan data operasional Bandara Banyuwangi, tercatat sebanyak *1.142 penumpang* tiba dan berangkat melalui bandara tersebut selama tiga hari, periode 21–23 Oktober 2026.
Lonjakan ini tidak lepas dari antusiasme masyarakat dan wisatawan yang ingin menyaksikan langsung kemegahan Gandrung Sewu, festival tari kolosal yang telah menjadi ikon pariwisata Banyuwangi sejak 2012.
Tahun ini, Gandrung Sewu tampil lebih spektakuler. Sebanyak *1.300 penari* akan menari bersama di atas panggung terbuka di tepi Pantai Marina Boom dengan mengusung tema *”Glow in the Dark”*. Konsep permainan cahaya dalam balutan kostum yang menyala dalam gelap akan memberikan nuansa magis dan pengalaman visual yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
General Manager Bandara Banyuwangi, *Mohamad Holik Muardi*, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut lonjakan wisatawan.
Pihak bandara menghadirkan nuansa Gandrung Sewu sejak di pintu kedatangan, mulai dari dekorasi bernuansa gandrung, alunan musik tradisional Banyuwangi, hingga penampilan kecil untuk menyambut wisatawan.
“Gandrung Sewu menjadi momentum untuk memperkenalkan budaya Banyuwangi kepada pengunjung yang datang melalui bandara. Kami ingin mereka langsung merasakan suasana khas daerah ini setibanya di bandara. Ini adalah pintu gerbang pertama mereka mengenal Banyuwangi,” ujar Holik, Jumat (23/10/2026).
Ia menambahkan, pada tanggal 21 Oktober 2026 terdapat tiga penerbangan reguler yang beroperasi. Jumlah penumpang terus meningkat pada tanggal 22 dan 23 Oktober seiring mendekatnya hari pelaksanaan.
Dengan konsep baru yang lebih modern dan atraktif, Gandrung Sewu 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga motor penggerak ekonomi dan pariwisata Banyuwangi, yang berdampak langsung pada sektor transportasi, perhotelan, UMKM, dan ekonomi kreatif masyarakat.
Reporter biro Banyuwangi
Alvian hidayat














