Trenggalek, Jajaran Polres Trenggalek menunjukkan komitmennya dalam menjamin kelancaran arus balik Lebaran dengan terlibat langsung dalam program balik mudik gratis tahun 2026 rute Trenggalek–Surabaya. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek tersebut diikuti sedikitnya 385 warga yang diberangkatkan menggunakan tujuh armada bus pariwisata.
Pengamanan dan pelayanan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pengaturan lalu lintas, tetapi juga dukungan teknis di lapangan. Sejumlah personel kepolisian tampak membantu peserta mengangkut barang bawaan hingga ke dalam bus, memastikan proses keberangkatan berlangsung tertib dan efisien dari titik kumpul di kawasan Pasar Pon Trenggalek.
Kapolres Trenggalek Ridwan Maliki melalui Kasatlantas Sony Suhartanto menyampaikan bahwa pihaknya juga menyiapkan kendaraan patroli dan pengawalan (patwal) untuk mengawal rombongan hingga keluar wilayah. Langkah ini merupakan bagian integral dari pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang berfokus pada pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.
“Pengawalan dilakukan sejak titik kumpul agar perjalanan lebih tertib dan lancar hingga tujuan. Ini sekaligus bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh, aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Sebelum keberangkatan, dilakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan (ramp check) serta pengecekan kesehatan bagi seluruh kru bus, bekerja sama dengan instansi terkait. Upaya ini bertujuan meminimalkan potensi risiko kecelakaan serta memastikan standar keselamatan terpenuhi.
Selain itu, pengemudi diingatkan untuk mematuhi aturan lalu lintas serta mengikuti arahan petugas pengawalan selama perjalanan. “Seluruh kru dalam kondisi sehat dan kendaraan laik jalan. Kami berharap seluruh peserta dapat sampai tujuan dengan selamat,” tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat lintas sektor, di antaranya Plt. Kepala Dinas Perhubungan Trenggalek Agus Dwi Karyanto, Pasiops Kodim 0806 Kapten Inf. Agus Setiawan, Kanit Turjawali Satlantas Ipda Edi Waseno, serta perwakilan Dinas Perhubungan bidang keselamatan transportasi.
Secara substantif, sinergi antarlembaga dalam program balik mudik gratis ini merefleksikan pendekatan kolaboratif pemerintah daerah dalam menjamin mobilitas masyarakat pasca-Lebaran tetap aman, tertib, dan berkelanjutan. Inisiatif ini tidak hanya berdampak pada pengurangan beban ekonomi warga, tetapi juga memperkuat tata kelola transportasi publik berbasis keselamatan dan pelayanan prima














