Radio Online


 

BeritaBudayaJawa timurTrenggalek

Perkumpulan Parikesit Trenggalek Siapkan Somasi, 24 Showcase Keris Diminta Segera Dikembalikan

×

Perkumpulan Parikesit Trenggalek Siapkan Somasi, 24 Showcase Keris Diminta Segera Dikembalikan

Sebarkan artikel ini
Gatut Subagtiono Ketua Perkumpulan Parikesit Kabupaten Trenggalek.

Trenggalek, Ketua Perkumpulan Parikesit Trenggalek, Gatot Subagtiono, menyatakan pihaknya akan melayangkan somasi terkait dugaan pengambilan puluhan showcase tempat penyimpanan keris milik organisasi tersebut.

Gatot mengungkapkan, peristiwa itu terjadi pada 2 April, saat seorang bernama Abas diduga mengambil sejumlah showcase dari rumah Trimo tanpa meminta ijin atau berkoordinasi terlebih dahulu. Total terdapat sekitar 24 unit showcase yang dibawa, yang disebut merupakan aset Perkumpulan Parikesit.

“Ada sekitar 24 showcase yang dibawa saudara Abas, yang mana showcase tempat keris itu milik Perkumpulan Parikesit,” ujar Gatot. Jumat (03/04/2026) di rumah Trimo.

Ia menambahkan, berdasarkan keterangan Abas, puluhan showcase tersebut rencananya akan dipindahkan ke kantor PMD. Bahkan, pengambilan tersebut disebut dilakukan atas perintah seseorang bernama Sawaji.

“Dari keterangan saudara Abas, showcase itu akan ditempatkan di kantor PMD, dan saudara Abas mengaku pengambilan itu atas perintah saudara Sawaji,” katanya.

Gatot menegaskan, pihaknya meminta agar seluruh showcase segera dikembalikan karena memiliki fungsi penting dalam kegiatan pelestarian budaya, khususnya untuk penyimpanan dan pameran keris.

“Kami meminta showcase itu segera dikembalikan, karena digunakan sebagai tempat keris saat ada kegiatan atau pameran,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Suket Teki sekaligus anggota Parikesit, Trimo, mengaku sebelumnya sempat didatangi oleh Tio, yang disebut sebagai Ketua Kadang Dekat.

Trimo saat wawancara dengan media.

Dalam pertemuan tersebut, Tio menyampaikan rencana pemindahan showcase ke kantor PMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa). Namun, Trimo mengaku telah menyarankan agar rencana itu terlebih dahulu dikoordinasikan dengan anggota lainnya.

“Saya sudah menyampaikan agar berkoordinasi dengan rekan-rekan yang lain. Namun saat saya pulang, saya kaget karena showcase sudah tidak ada,” ungkap Trimo.

Ia juga mengaku sempat melihat Abas membawa sebagian showcase di rumahnya. Kata Trimo, Sawaji sebagai ketua panitia pada event Hari Keris Nasional dengan tema Kirab Budaya dan Pameran Keris yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Trenggalek pada 25 November 2025.

“Pada saat itu ada saudara Abas membawa sekitar empat showcase. Saat saya tanya mau dibawa kemana, Abas bilang kesaya mau dibawa ke rumahnya atas perintah bapak Sawaji, loh katanya mau dibawa ke PMD kok tidak sesuai pak?,” pungkas Trimo.

Sebagai informasi, showcase tersebut sebelumnya digunakan dalam kegiatan Kirab Budaya dan Pameran Keris pada 25 November 2025, dalam rangka memperingati Hari Keris Nasional. Keris sendiri telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO sejak 25 November 2005.

Penulis: LendraEditor: Redaksi

Comments (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *