Trenggalek, Mohammad Taslim mantan Ketua Tosan Aji Parikesit menyatakan rasa kekecewaannya terhadap struktural kepanitiaan acara pameran keris yang di selenggarakan di pendopo Kabupaten Trenggalek pada 25-27 November 2025. Ia menilai susunan rapat kepanitiaan tidak sesuai dengan hasil rapat yang dilakukan pada 24 Oktober 2025 di Aula Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Trenggalek. Acara pameran keris digelar dalam Rangka Peringatan 20 Tahun Pengakuan Keris oleh UNESCO.
“Saat rapat di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, sudah di tentukan susunan Ketua Umum dan Ketua Bidang, dan saya ditunjuk sebagai ketua Bidang Pameran dan Pak Sawaji ditunjuk sebagai Ketua Umum melalui pilihan suara. Akan tetapi setelah itu beberapa hari kemudian setelah rapat itu, saya tidak dilibatkan melalui koordinasi atau komunikasi dari rekan-rekan kepanitiaan,” kata Taslim. Selasa (25/11/2025)
Ia menambahkan, rapat yang ke dua dan rapat lanjutan pada 13 November dirinya tidak dilibatkan dan tidak ada komunikasi dari pihak kepanitiaan. Taslim juga mengkritik Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten trenggalek tidak tegas dalam mengambil keputusan kepanitiaan, dan menjelang pelaksanaan kegiatan, surat keputusan (SK) kepanitiaan bahkan disebut belum dikeluarkan.
“Rapat kelanjutan saya tidak dikasih tahu, tidak ada kabar sama sekali. Yang saya kecewakan perubahan pada struktural panitia yang menyangkut nama saya itu berubah tanpa ada komunikasi terlebih dahulu. yang awalnya saya ketua Bidang Pameran tapi berubah di posisi bidang edukasi perkerisan, ini saya menilai tidak sehat dan sepertinya ada kepentingan. Lalu saya juga kecewa dengan pihak Dinas Pariwisata. Karena SK kepanitiaan hingga menjelang acara belum juga diterbitkan. Ini sangat membingungkan saya, gimana kinerja PLT Dinas Pariwisata,” ujarnya kepada Media.
Soal rangkaian acara kirab budaya yang bertemakan Peringatan 20 Tahun Pengakuan Keris oleh UNESCO, Ia sangat mengapresiasi.
“Saya mengapresiasi adanya kirab budaya itu, terlebih ada keris milik Presiden RI Bapak Prabowo dan keris milik Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. Sehingga masyarakat pun bisa melihat acara itu,” pungkasnya. (ld)














