Radio Online


 

BeritaEkonomiJawa timurNasional

Nenek Romlia Gemparkan Kangean, Orasi Lantang Tolak PT KEI: “Orang Kangean Sudah Makmur, Kami Menolak!”

×

Nenek Romlia Gemparkan Kangean, Orasi Lantang Tolak PT KEI: “Orang Kangean Sudah Makmur, Kami Menolak!”

Sebarkan artikel ini

NASIONALTODAY.COM|Kangean, Jawa Timur — Aksi penolakan terhadap rencana survei seismik dan eksplorasi migas oleh PT KEI di Kepulauan Kangean semakin emosional dan meluas. Dalam acara “Doa Bersama Menjaga Tanah Leluhur” yang dipadati ribuan warga di Alun-Alun Kecamatan Arjasa pada Kamis (20/11/2025), salah satu orasi yang paling menggemparkan jagat maya datang dari seorang tokoh sepuh, Nenek Romlia.

Kehadiran Nenek Romlia di panggung utama memberikan perspektif yang kuat dari kalangan akar rumput, khususnya para ibu dan pemilik warisan budaya Kangean.

Dengan suaranya yang lantang, Nenek Romlia menyampaikan sikapnya yang tegas di hadapan ribuan masyarakat, menyatakan penolakan mutlak terhadap proyek eksplorasi dan eksploitasi migas di kepulauan tersebut.

Orasi “Emak-Emak Kangean” yang Menolak Keras

“Saya seorang emak-emak Kangean menolak dengan tegas proyek PT KEI! Takbir!” seru Nenek Romlia, yang disambut gemuruh takbir dan sorak sorai antusias dari massa aksi. Sapaan “emak-emak” ini sontak menjadi simbol perlawanan dari kelompok yang paling merasakan dampak jika lingkungan pulau rusak.

Inti dari orasi Nenek Romlia adalah penegasan bahwa masyarakat Kangean tidak membutuhkan janji-janji kesejahteraan dari perusahaan migas. Ia menegaskan bahwa masyarakat lokal saat ini sudah hidup makmur dan memiliki kemampuan untuk mandiri.

“Orang Kangean sudah makmur dan punya SKILL! Orang Kangean sudah mampu dan berjaya!” tegasnya.

Pernyataan ini secara langsung membantah narasi umum yang sering digunakan perusahaan tambang, yakni membawa kemakmuran dan lapangan kerja. Bagi Nenek Romlia, kemakmuran sudah mereka miliki dari sektor perikanan dan pertanian yang sehat.

Seruan untuk Bersatu dan Tidak Kendor

Di akhir orasinya, Nenek Romlia memberikan seruan kepada seluruh warga yang hadir untuk terus bersatu dan tidak pernah mengendurkan semangat perlawanan.

“Kami Menolak PT KEI, jangan kendor! Kita bersama dan bersatu menolak PT KEI di Kepulauan Kangean,” tutupnya, memberikan suntikan moral yang kuat kepada para pemuda, nelayan, dan aktivis yang memimpin gerakan penolakan tersebut.

Orasi Nenek Romlia ini mempertegas bahwa penolakan masyarakat Kangean bersifat kolektif, lintas generasi, dan didasarkan pada keyakinan bahwa warisan alam mereka jauh lebih berharga daripada hasil migas yang berpotensi merusak lingkungan. Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi pemerintah pusat dan daerah sebelum memberikan izin lanjutan untuk aktivitas PT KEI.

Comments (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *