Radio Online


 

BeritaBudayaJawa timurTrenggalek

Menolak Lupa, Fragmen Ketoprak Pamengku Adat Manggolo Budoyo Pentas di Pendopo Trenggalek

×

Menolak Lupa, Fragmen Ketoprak Pamengku Adat Manggolo Budoyo Pentas di Pendopo Trenggalek

Sebarkan artikel ini
Momen foto bersama Doding Rahmadi dan para pemain ketoprak Pamengku Adat Manggolo Budoyo asal Bendungan, Trenggalek.

Trenggalek, Semangat “menolak lupa” terhadap warisan budaya lokal digaungkan melalui pementasan fragmen ketoprak yang digelar di Pendopo Kabupaten Trenggalek, Senin (16/12/2026). Pertunjukan tersebut dibawakan oleh grup ketoprak Pamengku Adat Manggolo Budoyo asal Bendungan, Trenggalek.

Acara yang berlangsung secara sederhana itu menjadi bagian dari upaya pelestarian seni tradisional di tengah derasnya arus modernisasi. Fragmen ketoprak yang ditampilkan mengangkat nilai-nilai kearifan lokal, kepemimpinan, serta pesan moral yang relevan dengan kondisi sosial masyarakat saat ini.

Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap eksistensi kelompok seni tradisional di daerah.

“Ketoprak bukan sekadar tontonan, tetapi tuntunan. Di dalamnya ada nilai sejarah, etika, dan filosofi kehidupan yang harus terus kita jaga. Jangan sampai generasi muda kehilangan jati dirinya karena melupakan budaya sendiri,” tegas Doding Rahmadi dalam sambutannya.

Menurutnya, pelestarian budaya daerah harus menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah, pelaku seni, maupun masyarakat. Ia menilai, pementasan di pendopo kabupaten menjadi simbol dukungan nyata terhadap komunitas seni tradisional.

Sementara itu, Damiran selaku pemilik ketoprak Pamengku Adat Manggolo Budoyo menyebut pementasan tersebut sebagai momentum penting untuk menunjukkan bahwa ketoprak masih diminati dan relevan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa ketoprak tetap hidup. Ini bagian dari ikhtiar kami untuk menjaga warisan leluhur. Selama masih ada panggung dan penonton, kami akan terus berkarya,” ujar Damiran.

Damiran menambahkan, tantangan terbesar kelompok seni tradisional saat ini adalah regenerasi pemain serta minat generasi muda terhadap seni pertunjukan klasik. Namun demikian, pihaknya terus berupaya melibatkan anak-anak muda dalam setiap produksi pementasan.

Pementasan fragmen ketoprak di Pendopo Kabupaten Trenggalek itu pun mendapat respons positif dari para undangan dan masyarakat yang hadir.

“Selain menjadi hiburan, kami harap mampu memperkuat identitas budaya lokal sekaligus menjadi pengingat bahwa seni tradisi adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah dan karakter masyarakat Trenggalek,” pungkas Damiran. (ld)

Comments (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *