Trenggalek, Tuntutan pengamat seni agar pemerintah kabupaten Trenggalek membentuk Dewan Kebudayaan semakin menjadi isu yang menarik. Setelah pihak Dinas Pariwisata dan Budaya menyatakan sikapnya atas aspirasi itu, kali ini para pegiat seni juga mulai memberikan tanggapan. Dari komunitas seni sastra Trenggalek salah satunya.
Maria Terry Ana kelahiran Pogalan Trenggalek, seorang penulis sastra dan pegiat komunitas sastra menyambut baik jika ada dewan kebudayaan yang bisa menjadi wadah untuk memperjuangkan kesenian dan kebudayaan di Trenggalek.
Menurutnya, partispasi masyarakat memang dibutuhkan untuk sebuah kemajuan termasuk kemajuan kebudayaan. Dengan adanya undang-undang pemajuan kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017 dan ditindaklanjuti dengan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020, Negara amat serius dalam upayanya memajukan kebudayaan, baik secara nasional maupun konteks daerah.
Terry berharap pemerintah merespon harapan masyarakat agar lembaga kebudayaan yang namanya ada kata “dewan” itu bisa ditindaklanjuti dengan mengadakan pertemuan yang terbuka dan representatif untuk membentuk wadah yang akan menjadi mitra pemerintah di bidang seni-budaya.
“Kami dari komunitas satra juga setuju sekali jika ada wadah bagi kaum budayawan untuk diajak ikut berpikir mengenai kebijakan kebudayaan, agar pemerintah dan masyarakat sama-sama bisa berperan dalam pemajuan seni-budaya”, tutur perempuan yang sering menulis cerpen di media tersebut.
Akan tetapi Terry mengingatkan agar pembentukannya benar-benar didasarkan pada upaya yang serius untuk kepentingan bersama dan dasarnya juga dipahami dengan serius secara bersama-sama.
“Harus ada persepsi yang sama di antara para pegiat seni-budaya, dalam hal ini pemerintah bisa memfasilitasi diskusi intensif agar tercipta pikiran yang sama-sama cerah”, kata Terry.
Terry menceritakan bahwa sebenarnya kegiatan seni-budaya di Trenggalek sudah berkembang baik. Komunitas-komunitas budaya seperti komunitas sastra dan literasi rutin mengadakan diskusi sastra dua mingguan dan konsisten menerbitkan karya-karya bersama, selain masing-masing penulis sastra juga menulis di berbagai media.
“Sejauh ini memang bergerak secara alami, tetapi akan bagus jika pemerintah juga memiliki kebijakan yang lebih baik lagi untuk pemajuan budaya dengan diterimanya masukan-masukan dari para budayawan jika ada wadahnya”, pungkasnya.














