Tulungagung, Di tengah derasnya arus digitalisasi pemerintahan, Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung terus berupaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan kerjanya. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Persuratan dan Aplikasi Srikandi Tahun 2025, yang diikuti oleh puluhan peserta dari unsur UPASP, SMP Negeri (SMPN), dan SMP Swasta (SMPS) se-Kabupaten Tulungagung.
Suasana kegiatan berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta dengan antusias mengikuti setiap sesi pembelajaran yang membahas secara rinci bagaimana sistem persuratan elektronik dapat diintegrasikan ke dalam aktivitas administrasi sehari-hari. Bimtek ini tidak hanya sekadar pelatihan teknis, melainkan juga menjadi ruang transformasi pola pikir menuju budaya kerja digital yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel.
DarmonoS.Pd, MM, Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, hadir memberikan pemaparan mendalam mengenai pentingnya digitalisasi sistem persuratan dan kearsipan dalam birokrasi modern. Dalam paparannya, ia menyoroti perubahan paradigma aparatur dalam menghadapi era transformasi digital.
“Era digital menuntut kita untuk tidak sekadar tahu, tetapi benar-benar mampu. Melalui aplikasi Srikandi, kita bukan hanya menata dokumen secara elektronik, tetapi juga membangun integritas dan tanggung jawab dalam setiap langkah administrasi,” tegas Darmono.
Lebih lanjut, Darmono menekankan bahwa pengelolaan surat dan arsip merupakan tulang punggung dari pelayanan publik yang baik. Menurutnya, efisiensi birokrasi hanya bisa terwujud jika seluruh proses administrasi berjalan secara tertib dan terdokumentasi dengan baik.
“Kearsipan bukan sekadar urusan menyimpan dokumen. Ini adalah fondasi transparansi dan akuntabilitas. Melalui sistem persuratan digital seperti Srikandi, kita menegakkan prinsip pemerintahan yang bersih dan melayani,” tambahnya.
Kegiatan bimtek yang berlangsung selama beberapa hari ini memberikan materi komprehensif, mulai dari tata naskah dinas elektronik, manajemen arsip digital, hingga simulasi langsung penggunaan aplikasi Srikandi. Peserta juga diajak untuk memahami berbagai kebijakan dan regulasi terbaru terkait pengelolaan pelayanan publik berbasis teknologi.
Bagi banyak peserta, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk memperdalam pemahaman terhadap sistem administrasi digital yang kini menjadi keharusan di berbagai instansi pemerintahan. Mereka menilai, pelatihan semacam ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap profesional dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Dengan terselenggaranya Bimtek Persuratan dan Aplikasi Srikandi 2025 ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung berharap tercipta aparatur yang lebih tanggap, kompeten, dan berintegritas, sekaligus siap menghadapi tantangan tata kelola pemerintahan modern. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa reformasi birokrasi bukan sekadar jargon, melainkan gerakan nyata menuju pelayanan publik yang efektif, efisien, dan berbasis teknologi informasi.














