Trenggalek, Sepanjang tahun 2025, Polres Trenggalek menunjukkan peningkatan kinerja dalam penanganan perkara pidana, meski dihadapkan pada tren kenaikan angka kriminalitas. Dari total 136 perkara yang ditangani, sebanyak 115 kasus berhasil diselesaikan atau mencapai lebih dari 84 persen.
Capaian tersebut disampaikan Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki saat konferensi pers akhir tahun di Mapolres Trenggalek, Senin (29/12/2025). Menurutnya, angka penyelesaian perkara tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, seiring dengan naiknya jumlah kasus yang masuk.
“Secara umum terjadi peningkatan crime total dibanding 2024. Namun demikian, peningkatan tersebut juga diimbangi dengan kenaikan penyelesaian kasus, yang menunjukkan efektivitas kerja aparat dalam proses penegakan hukum.” kata Kapolres Trenggalek.
Jika ditinjau dari karakteristik perkara, kejahatan konvensional masih mendominasi. Kasus pengeroyokan dan kekerasan terhadap anak menjadi yang tertinggi, disusul penggelapan, penganiayaan, kekerasan dalam rumah tangga, serta berbagai tindak pidana pencurian dan penipuan. Kondisi ini menunjukkan bahwa konflik sosial dan kejahatan berbasis relasi personal masih menjadi persoalan menonjol di wilayah Trenggalek.

“Polres Trenggalek juga mencatat maraknya kejahatan berbasis teknologi dan lintas wilayah. Perjudian online dan tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) menjadi kasus transnasional yang paling sering ditangani. Selain itu, kepolisian juga berhasil mengungkap kasus kejahatan terhadap kekayaan negara berupa illegal logging.” imbuhnya.

Di sisi lain, penanganan kasus narkotika menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Sepanjang 2025, Polres Trenggalek menangani puluhan perkara narkoba dengan mayoritas tersangka berperan sebagai pengedar. Fakta ini memperlihatkan bahwa peredaran narkotika masih menjadi ancaman serius bagi keamanan dan generasi muda di daerah.
Tak hanya fokus pada kejahatan berat, Polres Trenggalek juga aktif melakukan penegakan hukum terhadap tindak pidana ringan. Ratusan kasus berhasil ditindak, terutama yang berkaitan dengan ketertiban umum seperti aktivitas meminta-minta dan peredaran minuman keras.
Dalam bidang lalu lintas, upaya penegakan hukum dan pencegahan kecelakaan turut membuahkan hasil. Meski jumlah pelanggaran yang ditindak meningkat, angka kecelakaan lalu lintas justru mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, termasuk jumlah kejadian fatal.
“Evaluasi akhir tahun ini menjadi pijakan penting bagi Polres Trenggalek untuk memperkuat strategi pencegahan kejahatan, meningkatkan pelayanan publik, serta membangun sinergi dengan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tahun mendatang.” pungkasnya.














