Radio Online


 

BeritaJawa timurPolitikTrenggalek

Murkam: Muscab PKB Trenggalek 2026 Utamakan Musyawarah Mufakat, Lima Bacalon Siap Uji Kapabilitas

×

Murkam: Muscab PKB Trenggalek 2026 Utamakan Musyawarah Mufakat, Lima Bacalon Siap Uji Kapabilitas

Sebarkan artikel ini
Murkam, Ketua panitia penyelenggara Muscab

Trenggalek, Dinamika politik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di tingkat daerah mulai mengerucut seiring pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) 2026. Ketua panitia penyelenggara, Murkam, menegaskan bahwa agenda Muscab PKB Jawa Timur digelar secara serentak mulai 28 Maret hingga 6 April 2026.

Hal tersebut disampaikan usai pelaksanaan Muscab di DPC PKB Trenggalek, Minggu (29/03/2026). Ia menyebut, Kabupaten Trenggalek mendapat jadwal pelaksanaan pada 30 Maret 2026 dan berlangsung pada malam hari.

“Pelaksanaan Muscab di Jawa Timur dilakukan bertahap dalam rentang waktu tersebut, dan Trenggalek mendapatkan giliran tanggal 30 Maret,” ujarnya.

Murkam menjelaskan, secara teknis persiapan Muscab di Trenggalek telah berjalan sejak pembentukan panitia pada 10 Maret 2026. Seluruh rangkaian kegiatan diproyeksikan berlangsung selama kurang lebih 19 hari, mencakup tahapan administratif hingga proses seleksi kepemimpinan.

Dalam konteks mekanisme, Muscab kali ini menunjukkan pergeseran pendekatan politik internal partai. Jika pada periode sebelumnya proses pemilihan dilakukan melalui voting, maka pada Muscab 2026 PKB menegaskan kembali prinsip dasar pengambilan keputusan melalui musyawarah mufakat.

Menurut Murkam, hal tersebut sejalan dengan arahan Wakil Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, yang menekankan pentingnya konsolidasi berbasis kesepahaman kolektif.

“PKB menjunjung tinggi musyawarah mufakat sebagai bagian dari tradisi politik yang mengedepankan kebersamaan dan soliditas organisasi,” jelasnya.

Dari sisi kontestasi, proses penjaringan awal menghasilkan empat nama bakal calon (bacalon) ketua DPC PKB Trenggalek, yakni Sukarodin, M. Hadi, Murkam, dan Roby Danang Eko Saputra. Namun demikian, dinamika di tingkat Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) turut memunculkan satu nama tambahan, yakni Amin Tohari, sehingga total terdapat lima bacalon yang akan mengikuti tahapan berikutnya.

Murkam menegaskan bahwa kelima nama tersebut masih berstatus bacalon dan belum memasuki fase penetapan. Mereka diwajibkan mengikuti serangkaian proses seleksi lanjutan yang bersifat substantif, yakni uji kompetensi dan tes wawancara.

“Seluruh bacalon akan melalui proses penggodokan dalam dua tahapan tersebut, guna memastikan bahwa figur yang terpilih memiliki kapasitas, kapabilitas, serta integritas dalam memimpin partai,” ungkapnya.

Sebagai legislator DPRD Kabupaten Trenggalek, Murkam juga menenambahkan, proses ini bukan sekadar formalitas politik, melainkan bagian dari upaya institusional partai dalam menciptakan kepemimpinan yang adaptif terhadap tantangan politik lokal maupun nasional.

“Muscab PKB Trenggalek 2026 kita harap mampu melahirkan kepemimpinan yang tidak hanya legitimate secara struktural, tetapi juga kuat dalam konsolidasi kader dan responsif terhadap aspirasi masyarakat,” pungkasnya.

Comments (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *