Radio Online


 

BeritaEkonomiHiburanJawa timurNasional

Abadikan Sejarah Koperasi Jatim, “Wong Mbatu Sae” Sundjojo Luncurkan Memoar Inspiratif

×

Abadikan Sejarah Koperasi Jatim, “Wong Mbatu Sae” Sundjojo Luncurkan Memoar Inspiratif

Sebarkan artikel ini

NASIONALTODAY.COM|KOTA BATU SATUPENA JATIM– Di tengah hiruk-pikuk modernitas, seorang purnatugas Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Kota Batu, Sundjojo, membuktikan bahwa semangat pengabdian tidak mengenal kata pensiun.

Melalui buku terbarunya yang berjudul “Sang Pensiunan yang Mengingat Sobat dan Kawan: Di Kanwildepkop Jawa Timur”, pria yang akrab disapa Cakndjojo ini merajut kembali memori kolektif insan koperasi Jawa Timur.

Buku yang ditulis dalam suasana hening malam di tanah kelahirannya, Kota Batu, ini bukan sekadar catatan harian. Sundjojo menyajikan dokumentasi penting mengenai sejarah gerakan koperasi, dinamika birokrasi, hingga potret personal tokoh-tokoh ikonik seperti Ismail Pandji.

 

*Pena Sebagai Penjaga Memori*

 

Sundjojo menegaskan bahwa motivasi utamanya menulis adalah prinsip Latin “Verba volant, scripta manent”—apa yang diucapkan akan terbang melayang, namun yang dituliskan akan tinggal menetap.

“Saya menulis dengan hati lapang dan pikiran bening. Ini adalah upaya untuk menyodorkan kontribusi bagi peradaban, agar kesinambungan masa lalu tidak terputus,” ujar Sundjojo dalam pengantar bukunya.

Buku ini terbagi dalam lima bab strategis, mencakup kiprah di organisasi PWRI, nostalgia pendidikan kepemimpinan (SUSPIM), hingga ulasan kritis namun konstruktif mengenai program Koperasi Merah Putih. Sundjojo juga menyinggung peristiwa fenomenal seperti penyaluran Kredit Usaha Tani (KUT) yang sempat menjadi sorotan publik di masa lalu.

 

Sosok “Wong Mbatu Sae” yang Multi-talenta

Dikenal sebagai “Wong Mbatu Sae” (Orang Batu yang Baik), rekam jejak Sundjojo memang luar biasa. Memulai karier di Sambirejo, Banyuwangi pada tahun 1983, ia telah melanglang buana ke berbagai daerah seperti Lumajang, Bondowoso, dan Pasuruan sebelum akhirnya purna tugas di Kota Batu pada 2010.

Meski telah pensiun, Sundjojo tetap aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan seperti PWRI, FKPPI, dan PERGATSI. Tak hanya itu, sosok yang religius ini juga dikenal aktif sebagai Khotib Jumat dan Takmir di beberapa masjid besar di Kota Batu.

 

*Apresiasi dari Rekan Sejawat*

 

Peluncuran buku ini mendapat sambutan hangat dari kolega lamanya di Kanwil Departemen Koperasi Jawa Timur. Ismail Pandji, tokoh yang sering disebut “Pak Dirut” dalam buku tersebut, mengaku terharu dengan inisiatif Sundjojo. “Melalui tulisan ini, memori lama terbuka kembali. Kita diingatkan bahwa persaudaraan itu abadi,” ungkapnya.

Buku ini diharapkan dapat menjadi kompas bagi generasi muda, khususnya para penggerak ekonomi kerakyatan, untuk memahami akar perjuangan koperasi di Jawa Timur. Sundjojo berhasil membuktikan bahwa dari sudut kota yang tenang, sebuah pemikiran besar bisa diabadikan untuk masa depan.

 

 

Kamis Legi 25 Desember 2025

Akaha Taufan Aminudin

*Sisir Gemilang Kampung Baru Literasi SIKAB Himpunan Penulis Pengarang Penyair Nusantara HP3N Kota Batu Wisata Sastra Budaya SATUPENA JAWA TIMUR*

Comments (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *