Radio Online


 

BanyuwangiBeritaJawa timurPemerintahan

Tumpukan Sampah di TPA Rogojampi Banyuwangi, Irfan Hidayat, Pemerintah Harus Sportif Dalam Pengelolaan Sampah Agar Tidak Menjadi Polemik di Kalangan Masyarakat 

×

Tumpukan Sampah di TPA Rogojampi Banyuwangi, Irfan Hidayat, Pemerintah Harus Sportif Dalam Pengelolaan Sampah Agar Tidak Menjadi Polemik di Kalangan Masyarakat 

Sebarkan artikel ini

Banyuwangi|Menghadapi situasi darurat terkait Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) yang semakin memprihatinkan. Dari hal tersebut Pemerintah Kabupaten Banyuwangi harus benar-benar memprioritaskan masalah sampah, dengan cara mengelola sampah sesuai prosedur jangan hanya asal-asalan kasihan kepada masyarakat sekitar yang terdampak oleh baunya

Hal tersebut terlihat di TPA Rogojampi Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi,ada sebagian sampah masih tidak di urug sudah di tinggalkan dan membuka lahan pembuangan sampah baru.Hal tersebut mencerminkan ketidak sportifan pemerintah Banyuwangi dalam mengelola sampah di Tempat pembuangan akhir .

Irfan Hidayat selaku aktivis dan juga sebagai Lowyer yang bertempat tinggal di Rogojampi sangat menyayangkan hal tersebut,”Saat ini sampah berada dalam situasi darurat yang membutuhkan perhatian pemerintah.Jangan sampai Krisis pengelolaan sampah menjadi ancaman bagi lingkungan, juga bagi kesehatan masyarakat

“Kolaborasi antara pemerintah,dan masyarakat sangat penting, Tumpukan sampah di TPA Rogojampi yang masih belum di urug ini menunjukan pemerintah tidak sportif menangani masalah sampah.Kasihan masyarakat sekitar yang mencium bau sampah tersebut, kalau begini caranya mana mungkin masyarakat menerima adanya TPA di lingkungan sekitar,” tegas Sang Lowyer

Mencari lokasi baru untuk membuat TPA baru? Jangan lupa bahwa  pertambahan jumlah penduduk dan pembangunan meningkat seiring berjalannya waktu dan berakibat pada berkurangnya ketersediaan lahan  (18/9/2025).

Kalaupun pemerintah Banyuwangi masih memiliki ketersediaan lahan untuk lokasi TPA baru, tentulah harus membayar dengan harga yang tinggi, belum lagi harus menghadapi masyarakat di sekitar lokasi tersebut yang belum tentu bisa menerima Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA),” tambah Irfan Hidayat selaku aktivis dan juga sebagai Lowyer

Comments (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *