TRENGGALEK – Kekeringan yang berdampak pada ketersediaan air bersih mendorong Yakuza Maneges wilayah Trenggalek menyalurkan bantuan air kepada warga di Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Selasa (22/9/2026).
Dalam aksi sosial tersebut, organisasi sosial spiritual itu mengerahkan dua unit truk tangki, masing-masing berkapasitas 8.000 liter. Total sebanyak 16.000 liter air bersih disalurkan ke dua lokasi, yakni Dusun Tenggong, Desa Kedungsigit, dan Desa Jatiprahu.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi sekitar 120 kepala keluarga (KK) yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat sumber mata air yang mengering selama musim kemarau.
Sebanyak 15 anggota Yakuza Maneges turut diterjunkan untuk membantu proses distribusi air kepada warga. Pelaksanaan kegiatan juga mendapat pendampingan personel Linmas dan Polsek Karangan guna memastikan penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran.
Nahrowi Widodo, mengatakan aksi tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai kesulitan memperoleh air bersih.
“Kami menerima aduan dari masyarakat yang mengeluhkan kondisi kekurangan air bersih akibat kemarau. Menindak lanjuti laporan tersebut, kami langsung bergerak ke lapangan,” kata Nahrowi.
Menurut dia, penyaluran air bersih merupakan bentuk pelaksanaan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang menjadi bagian dari prinsip organisasi.
“Tujuan utama kami adalah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan. Ini sesuai dengan slogan Yakuza Maneges, yaitu Humanity and Social Justice, kemanusiaan dan keadilan sosial,” ujarnya.
Nahrowi menambahkan, Yakuza Maneges berkomitmen membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih selama kondisi kekeringan masih berlangsung, khususnya di wilayah Karangan dan sekitarnya.
“Harapan kami, bantuan ini dapat mengurangi beban masyarakat dan meminimalkan persoalan krisis air bersih di tengah kondisi kekeringan,” katanya.
Penyaluran bantuan mendapat respons positif dari warga penerima. Bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih, distribusi tersebut menjadi salah satu bentuk bantuan langsung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan peran organisasi masyarakat dalam merespons persoalan kebutuhan dasar warga di tingkat lokal, terutama ketika ketersediaan sumber air mengalami penurunan.














