Radio Online


 

BeritaBanyuwangi

2.000 Warga Tumpah Ruah di Pawai Budaya Tegalharjo, 33 Sound System Meriahkan HUT ke-81 RI

×

2.000 Warga Tumpah Ruah di Pawai Budaya Tegalharjo, 33 Sound System Meriahkan HUT ke-81 RI

Sebarkan artikel ini

GLENMORE, BANYUWANGI — Jalanan Desa Tegalharjo mendadak berubah menjadi panggung budaya, Sabtu (19/9/2026). Sekitar 2.000 warga dari 16 RW tumpah ruah mengikuti pawai budaya dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema ” Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Sejak pukul 13.00 WIB, iring-iringan peserta bergerak dari perempatan Jalan Kamari sebelah timur menuju Kantor Desa Tegalharjo. Sebanyak 33 regu sound system dan 14 kendaraan pick up turut mengiringi pawai, membuat suasana desa dipenuhi warna, musik dan atraksi kreativitas warga.

Pawai budaya ini menjadi agenda rutin Desa Tegalharjo yang digelar dua tahun sekali. Setelah tahun sebelumnya tidak dilaksanakan, kembalinya kegiatan tersebut disambut antusias masyarakat.

Bukan sekadar arak-arakan, pawai menjadi panggung bagi warga untuk menunjukkan kreativitas sekaligus merawat identitas budaya Banyuwangi. Busana tradisional, seni tari hingga beragam atraksi ditampilkan sepanjang rute.

Kepala Desa Tegalharjo Andrik Tri Waluyo menegaskan bahwa kemeriahan harus tetap berada dalam koridor ketertiban. Ia meminta seluruh peserta memegang teguh kesepakatan yang telah dibuat bersama.

” Kita ingin pawai ini menjadi kegembiraan bersama, tetapi tetap tertib dan bertanggung jawab. Sesuai komitmen yang sudah disepakati, maksimal enam sap. Kalau melebihi komitmen, tentu akan ditindak. Jangan minum alkohol. Mari kita jaga semangat, kekompakan dan nama baik Desa Tegalharjo,” tegas Andrik.

Menurut Andrik, pawai budaya memiliki makna lebih jauh daripada sekadar hiburan. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mengenalkan dan mempertahankan budaya daerah kepada generasi berikutnya.

” Budaya harus menjadi ruh dari kegiatan ini. Karena itu, kami ingin masyarakat menampilkan identitas Banyuwangi, termasuk dalam busana yang dikenakan. Tetap santun, tetap indah, tetapi juga menunjukkan jati diri budaya kita,” ujarnya.

Untuk memastikan pawai berjalan aman, apel pengamanan terlebih dahulu digelar di Pendopo Kantor Desa Tegalharjo. Kapolsek Glenmore AKP Budi Hermawan, SH., MH., memberikan arahan kepada personel agar pengamanan dilakukan secara maksimal di sejumlah titik yang telah ditentukan.

Rute pawai juga telah disesuaikan dengan arahan kepolisian dan tidak melewati jalan provinsi. Peserta diminta mematuhi seluruh ketentuan yang disepakati demi menjaga keamanan, ketertiban dan kelancaran kegiatan.

Semarak pawai semakin lengkap dengan kehadiran sejumlah kepala desa se-Kecamatan Glenmore dan Kecamatan Kalibaru, Camat Glenmore, serta Kepala Desa Tegalharjo bersama istri di panggung kehormatan.

Sejumlah pertunjukan budaya ikut menyedot perhatian warga. Regu mahasiswa STIKES Krikilan Banyuwangi misalnya, tampil mengangkat kisah Perang Puputan Bayu. Setelah itu, Tari Gandrung Banyuwangi dan berbagai atraksi peserta lainnya turut menghidupkan suasana.

Wakil Ketua BPD Tegalharjo Mambar Susiyadi menilai momentum HUT ke-81 RI menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini merupakan hasil perjuangan para pendahulu.

” Kemerdekaan wajib kita junjung dan kita utamakan. Kita yang hidup hari ini hanyalah penerus bangsa. Karena itu, semangat kebersamaan harus terus kita rawat,” katanya.

Menurutnya, antusiasme masyarakat menjadi gambaran kuatnya semangat kebersamaan warga Tegalharjo.

” Antusias masyarakat sangat luar biasa. Tahun kemarin kita tidak mengadakan, dan tahun ini kembali kita gelar. Mudah-mudahan seluruh rangkaian kegiatan berjalan baik, lancar dan sesuai dengan program yang telah kita susun,” tambahnya.

Pawai pun bergerak hingga garis akhir di depan Kantor Desa Tegalharjo. Di sepanjang jalan, masyarakat menyaksikan perpaduan seni, tradisi dan kreativitas dalam satu arak-arakan.

Pawai Tegalharjo akhirnya bukan sekadar pesta jalanan. Ia menjadi cara warga merayakan kemerdekaan, yakni, berkumpul, berkarya, menjaga budaya, sekaligus mempererat persaudaraan._Ren_

Comments (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *