BeritaBanyuwangi

NELAYAN MUNCAR BANYUWANGI TERANCAM TIDAK MELAUT, KRISIS BBM SOLAR SUBSIDI MENCEKIK

×

NELAYAN MUNCAR BANYUWANGI TERANCAM TIDAK MELAUT, KRISIS BBM SOLAR SUBSIDI MENCEKIK

Sebarkan artikel ini

MUNCAR, BANYUWANGI – 03 November 2026* – Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar Subsidi kembali melanda sentra perikanan terbesar di Jawa Timur, Pelabuhan Perikanan Muncar, Banyuwangi.

Dampaknya sangat nyata dan akurat di lapangan: *Ratusan jukung dan kapal slerek milik Nelayan Kecil Muncar tidak bisa melaut.* Mereka terpaksa sandar dan menganggur di dermaga selama berhari-hari.

Sementara pernyataan dari kub rejeki satria , bapak saiful . muncar , Padahal, saat ini kondisi cuaca dan musim ikan di Selat Bali sedang sangat baik untuk melaut. Namun, karena solar langka, nelayan hanya bisa pasrah menatap laut
Berdasarkan pantauan langsung kami dan laporan KUB Nelayan Muncar hari ini, kesulitan BBM Solar terjadi karena:

*1. Stok di SPBN Menipis & Terbatas.*
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di kawasan Muncar tidak mampu memenuhi kebutuhan harian nelayan. Nelayan yang antri sejak pukul 04.00 WIB subuh, banyak yang pulang dengan jirigen kosong karena stok dinyatakan habis.

*2. Kuota Tidak Sesuai Kebutuhan Melaut.*
Untuk melaut 1 hari 1 malam, nelayan jukung membutuhkan minimal 80-120 liter solar. Namun jatah yang diberikan SPBN sering hanya 30-50 liter, sehingga tidak cukup untuk operasional melaut.

*3. Persyaratan Rekomendasi Berbelit.*
Nelayan kecil mengaku dipusingkan dengan urusan surat rekomendasi pembelian solar dari Dinas. Satu hari tidak melaut karena urus surat, artinya satu hari keluarga tidak ada penghasilan.
Akibatnya, perputaran ekonomi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muncar ikut lesu. Tidak ada ikan masuk, buruh angkut, buruh es, dan pedagang ikan ikut terdampak.

“Kami ini bukan minta-minta. Kami cuma mau melaut. Kami punya kapal, punya jaring, punya laut, tapi tidak punya solar. Bagaimana kami mau kasih makan anak istri? Sudah hampir satu bulan saya tidak melaut, jukung saya hanya parkir di pantai,” ujar * perwakilan Nelaya Muncar)*, dengan nada kecewa.

Nelayan menegaskan, jika kondisi ini dibiarkan hingga beberapa hari ke depan tanpa solusi, kami akan menggelar aksi damai ke Kantor Bupati Banyuwangi dan Pertamina. Pungkas nya

Comments (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *