BANYUWANGI– Potensi komoditas unggulan Banyuwangi, mulai dari kopi hingga buah naga, menarik perhatian pasar internasional. Delegasi bisnis Nigeria menyatakan ketertarikannya untuk membawa produk Banyuwangi menembus pasar Afrika.
Delegasi yang dipimpin President Nigerian Indonesian Chamber of Commerce and Industry (NICCI), *Ishmael Balogun*, tersebut disambut langsung Bupati Banyuwangi *Ipuk Fiestiandani* di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (29/10/2026).
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan virtual antara Ishmael dan Bupati Ipuk beberapa waktu lalu. Kedatangan delegasi Nigeria tidak hanya menjajaki perdagangan komoditas, tetapi juga membuka peluang kerja sama di bidang pertanian modern, perikanan, energi bersih, hingga pengelolaan sampah.
“Nigeria saat ini menjadi mitra dagang nomor satu Indonesia di benua Afrika,” kata Ishmael.
Menurutnya, berbagai produk Indonesia seperti fast moving consumer goods (FMCG), pakaian, farmasi, hingga elektronik telah masuk ke pasar Nigeria. Banyuwangi dinilai memiliki sumber daya yang bisa menjadi dasar pengembangan koridor perdagangan baru.
“Kami melihat keberhasilan Banyuwangi dalam mengelola sumber dayanya. Kami ingin membuka koridor perdagangan baru, mengeksplorasi komoditas unggulan, baik pertanian, perikanan, hingga pariwisata Banyuwangi,” jelasnya.
Selain perdagangan, NICCI juga melihat peluang kolaborasi dalam modernisasi pertanian melalui transfer pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan produktivitas petani.
Bupati Ipuk Fiestiandani menyambut baik penjajakan kerja sama tersebut. Menurut Ipuk, terbukanya akses pasar Afrika akan menjadi peluang besar bagi petani dan pelaku usaha di Banyuwangi untuk naik kelas.
Dengan masuknya delegasi Nigeria ini, diharapkan kopi, buah naga, dan produk unggulan Banyuwangi lainnya tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di pasar global, khususnya benua Afrika.
Repoter biro Banyuwangi
Alvian hidayat














