BANYUWANGI, Pengelolaan aset daerah Kabupaten Banyuwangi berupa *Wisata AWT, Wisata Osing, dan Wisata Dormitori di Banyuwangi Kota* terbongkar dan menjadi sorotan tajam aktivis Banyuwangi.
Pasalnya, tiga aset wisata yang seharusnya menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan untuk kesejahteraan rakyat tersebut dinilai pengelolaannya gagal administrasi, tidak transparan, dan tidak jelas kontribusinya untuk daerah.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, pengelolaan Wisata AWT, Wisata Osing, dan Dormitori tersebut diduga kuat ada konspirasi dan kejahatan yang terencana oleh oknum tertentu, sehingga dapat beroperasi tanpa kejelasan legalitas, tanpa pengawasan, dan tanpa setoran PAD yang jelas.
Aktivis Banyuwangi yang getol menyoroti kasus ini, *Holil Abdul Gani*, dengan tegas mendesak Pemkab Banyuwangi untuk segera bertindak.
“Kami mendesak Pemkab Banyuwangi, BPKAD, Dinas Pariwisata, dan DPRD Banyuwangi untuk segera melakukan audit total, membuka transparansi pengelolaan, serta mengusut tuntas dugaan adanya oknum di balik pengelolaan aset daerah tersebut,” tegas Holil.
Holil juga mengungkap fakta di lapangan bahwa pada awalnya ketiga aset tersebut dikelola oleh pihak ketiga atas nama *Dimas*, dengan pengelolaan yang dinilai gagal administrasi.
*Namun, kini Dimas pun tidak diketahui keberadaannya. Pertanyaan publik kemudian muncul, siapa sekarang yang menggantikan Dimas? Jangan sampai pemerintah salah lagi dalam memposisikan pihak ketiga sebagai pengelola aset wisata milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.*
“Apakah ini kejahatan yang disengaja? Konfirmasi yang sudah diciptakan ini apakah dengan sengaja ingin menghancurkan aset daerah atau mengambil keuntungan pribadi? Ini harus diusut tuntas. Jika terbukti, ini sangat merugikan keuangan daerah,” tandas Holil Abdul Gani.
Menurutnya, jika pengelolaan aset daerah tidak sesuai prosedur dan ada pembiaran, maka yang dirugikan adalah negara dan seluruh masyarakat Banyuwangi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Wisata AWT, Wisata Osing, dan Dormitori atas nama Dimas belum berhasil dikonfirmasi.
*Penulis: Alvian Hidayat*














