Banyuwangi – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Songgon kembali menjadi sorotan. Sejumlah warga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap kualitas makanan yang disalurkan kepada siswa setelah muncul dugaan adanya paket makanan yang tidak layak dikonsumsi.
Dugaan tersebut mencuat setelah seorang wali murid berinisial RW menyampaikan keluhan terkait lauk ikan tuna yang diterima anaknya, siswa kelas IX SMPN 1 Songgon. Menurut pengakuan wali murid, makanan yang diterima pada Selasa (21/7/2026) diduga sudah basi dan ditemukan adanya jentik atau belatung pada lauk tersebut sehingga dinilai tidak layak untuk dikonsumsi.
Selain itu, warga juga menyebut sebelumnya sempat ditemukan roti yang diduga berjamur atau telah melewati masa kedaluwarsa. Informasi tersebut, menurut sumber, belum sempat dipublikasikan di media.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 09.45 WIB, wali murid RW mendatangi SMPN 1 Songgon untuk melakukan konfirmasi. Pertemuan tersebut diterima oleh Kepala SMPN 1 Songgon, Slamet Subagio, S.Pd., bersama pihak Bimbingan Konseling (BK), S. Wijayanti, S.Pd.
Dalam pertemuan itu juga hadir pendamping SPPG Songgon, Saifuddin, serta pemilik mitra penyedia makanan SPPG Songgon yang datang bersamaan dengan wali murid dan awak media News Patroli.
Menurut keterangan wali murid, suasana sempat memanas setelah Saifuddin menyampaikan bahwa dari sekitar 750 paket makanan yang didistribusikan ke SMPN 1 Songgon, hanya satu paket milik RW yang dipermasalahkan.
“Dari 750 paket yang kami kirim ke SMPN 1 Songgon tidak ada yang komplain, cuma satu paket RW saja, kan?” ujar Saifuddin sebagaimana disampaikan dalam rilis.
Pernyataan tersebut kemudian ditanggapi oleh wali murid RW yang menegaskan bahwa kedatangannya bukan untuk mencari siapa yang benar atau salah, melainkan mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Saya ke sini untuk konfirmasi dan mencari solusi terbaik atas permasalahan yang dialami anak saya, bukan untuk mencari menang atau salah. Justru pihak sekolah maupun SPPG seharusnya berterima kasih jika ada masukan dari masyarakat, sehingga ke depan pelaksanaannya bisa ditata lebih baik dan lebih higienis,” ujar RW.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak penyelenggara MBG maupun instansi terkait mengenai hasil pemeriksaan terhadap dugaan makanan tidak layak konsumsi tersebut.
Sejumlah pihak berharap penyelenggara segera melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari kualitas bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan kepada siswa. Apabila benar ditemukan makanan yang basi, berbau, atau tidak memenuhi standar keamanan pangan, masyarakat meminta agar dilakukan investigasi serta penyampaian hasil pemeriksaan secara terbuka.
Evaluasi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis sekaligus memastikan seluruh makanan yang diterima peserta didik benar-benar aman, sehat, dan layak dikonsumsi.














