Trenggalek, Memasuki hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Polres Trenggalek menerjunkan personelnya ke sejumlah sekolah untuk memberikan edukasi mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada para siswa baru, Senin (13/7).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam membangun karakter pelajar sejak dini melalui penyampaian materi yang relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.
Personel yang diterjunkan berasal dari berbagai satuan fungsi di lingkungan Polres Trenggalek. Masing-masing menyampaikan materi sesuai bidang tugasnya. Satlantas memberikan edukasi mengenai disiplin dan keselamatan berlalu lintas, Satreskrim membahas pencegahan tindak pidana, Satresnarkoba mengedukasi bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA), sedangkan Satbinmas menyampaikan materi terkait kenakalan remaja, etika bermedia sosial, serta dampak negatif kecanduan game online dan judi online.
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K. melalui Kasihumas AKP Katik, S.H., mengatakan keterlibatan personel kepolisian dalam kegiatan MPLS akan berlangsung secara bergiliran di sejumlah sekolah selama beberapa hari ke depan.
“Untuk hari ini, Polres Trenggalek mengisi kegiatan MPLS di beberapa sekolah, di antaranya SMA Negeri 1 Durenan, SMA Negeri 2 Trenggalek, SMK Kesehatan Wijaya Husada, dan SMA Negeri 1 Bendungan,” ujar AKP Katik.
Selain di tingkat Polres, kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh jajaran Polsek di wilayah masing-masing. Kapolsek, para kepala unit, hingga Bhabinkamtibmas diterjunkan untuk memberikan pembinaan kepada pelajar mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah.
Menurutnya, kehadiran polisi dalam MPLS tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman mengenai hukum dan keamanan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta wawasan kebangsaan kepada para peserta didik.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para pelajar mampu menghindari berbagai bentuk kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, pelanggaran lalu lintas, maupun pengaruh negatif perkembangan teknologi digital.
“Kita ingin menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, disiplin, taat aturan, berpikir kritis, dan mampu bersaing menghadapi tantangan global menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas AKP Katik.














