Radio Online


 

BeritaBanyuwangi

Bupati Ipuk Sambut dengan Haru: Selamat dari Kebakaran Kapal di Merak, 5 Penari Gandrung Sewu Asal Palembang-Lampung Tetap Semangat ke Banyuwangi

×

Bupati Ipuk Sambut dengan Haru: Selamat dari Kebakaran Kapal di Merak, 5 Penari Gandrung Sewu Asal Palembang-Lampung Tetap Semangat ke Banyuwangi

Sebarkan artikel ini

BANYUWANGI – Rombongan penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung yang menjadi korban kebakaran KMP Batumandi di perairan Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026), akhirnya tiba dengan selamat di Banyuwangi, Kamis (22/10/2026).

Kedatangan lima penari beserta pendamping tersebut disambut langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Selama perjalanan menuju Banyuwangi, rombongan difasilitasi dan didampingi penuh oleh Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Sumatera Selatan hingga Ikawangi Pusat di Jakarta.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur para penari maupun pendamping selamat dan bisa sampai ke Banyuwangi. Kami juga berterima kasih atas dukungan dan solidaritas dari teman-teman Ikawangi,” kata Bupati Ipuk.

Ipuk mengaku salut dan terharu atas semangat pantang menyerah para penari. Meski masih trauma dan ada yang mengalami luka ringan akibat insiden kebakaran, mereka tetap memutuskan melanjutkan perjalanan demi tampil di Gandrung Sewu.

“Saya sangat salut dan terharu, meski masih diliputi trauma bahkan ada yang cedera ringan, tapi mereka tetap bersemangat untuk tampil di Gandrung Sewu. Terima kasih atas solidaritas Ikawangi yang membantu segala kebutuhan penari hingga sampai ke Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Dalam penyambutan itu, Ipuk juga menyerahkan langsung aksesoris Gandrung Sewu pengganti yang terbakar, seperti selendang, kipas, dan membantu pengurusan KTP yang hilang.

“Kemarin saat video call mereka sangat sedih karena kostum, kipas dan selendang untuk menari Gandrung turut terbakar di kapal. Kita bantu semuanya. Keperluan mereka selama di Banyuwangi hingga pulang nanti akan dibantu Pemkab,” jelas Ipuk.

Ketua Ikawangi Sumatera Selatan, Suroso, menceritakan sebenarnya ada delapan penari dari Palembang dan Lampung yang akan tampil. Tiga orang sudah berangkat lebih dulu, sementara lima orang lainnya yang menjadi korban kebakaran kapal.

“Rombongan berangkat Selasa pagi lewat jalur darat naik mobil. Saat hampir sandar di Merak, KMP Batumandi yang mereka tumpangi terbakar. Mobil yang membawa anak-anak terbakar di kapal, barang-barang mereka juga ikut terbakar. Tapi yang penting semua selamat,” kata Suroso.

Saat dievakuasi di Pelabuhan Merak, Suroso sempat menawarkan apakah rombongan ingin pulang. Namun semuanya kompak memilih lanjut.

“Saya tanya, mau pulang atau lanjut ke Banyuwangi? Ternyata mereka semua memutuskan untuk lanjut, karena ingin tampil di Gandrung Sewu. Akhirnya dengan bantuan Ikawangi Pusat, kami lanjutkan perjalanan pakai bus. Solidaritas Ikawangi memang luar biasa,” ungkapnya.

Salah satu penari, Fitri, mengaku bersyukur diberi keselamatan.

“Puji Tuhan kami diberi keselamatan. Kami sangat bersemangat untuk tampil di Gandrung Sewu,” kata Fitri.

Festival Gandrung Sewu 2026 sendiri akan digelar di Pantai Boom Marina, Sabtu (24/10/2026) mulai pukul 18.30 WIB. Tahun ini, dari total 1.300 penari, sebanyak 200 penari berasal dari luar Banyuwangi. Mereka datang dari Palembang, Lampung, Jakarta, Bali, Malang, hingga Pasuruan.

*Penulis: Biro Banyuwangi – Alvian Hidayat*

Comments (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *