BANYUWANGI – Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Banyuwangi, Ir. Sumail Abdullah, menggelar kunjungan kerja sekaligus silaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Abror Al Robbaniyin di Dusun Krajan I, Desa Alasbulu, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur.
Kunjungan anggota DPR RI tersebut tidak sekadar mempererat hubungan dengan kalangan pesantren, tetapi juga menjadi momentum untuk menyerap aspirasi, meninjau kebutuhan infrastruktur, serta mendorong penguatan ekonomi pesantren. Dalam kegiatan itu, Sumail turut menggandeng jajaran perbankan dari Bank BNI.
Kedatangan Sumail bersama rombongan disambut hangat oleh pengasuh Ponpes Nurul Abror Al Robbaniyin, KH Fadlurrahman Zaini.
Sumail menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya konsolidasi basis pendukung sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, khususnya terkait kebutuhan pengembangan sarana dan pemberdayaan ekonomi di lingkungan pesantren.
“Kedatangan kami disambut sangat baik oleh KH Fadlurrahman Zaini. Melalui silaturahmi ini, kami dapat menyerap berbagai aspirasi, salah satunya terkait pemenuhan infrastruktur yang masih dibutuhkan oleh ponpes,” ujar Sumail.
Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama dalam membentuk generasi yang berkarakter, berakhlak, dan memiliki bekal keagamaan yang kuat.
Karena itu, dukungan terhadap pesantren tidak cukup hanya melalui pembangunan gedung dan fasilitas pendidikan. Penguatan sektor ekonomi juga perlu mendapat perhatian agar pesantren mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kehadiran kami bersama Bank BNI adalah bentuk komitmen untuk memperkokoh silaturahmi sekaligus memperkuat perekonomian pondok pesantren. Kami ingin pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan karakter dan keagamaan, tetapi juga tangguh secara ekonomi,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sumail juga menyampaikan komitmennya untuk mengupayakan sekaligus mengawal pembangunan gedung Ponpes Nurul Abror Al Robbaniyin yang hingga kini belum terealisasi.
Ia berharap, aspirasi yang disampaikan pihak pesantren dapat ditindaklanjuti sehingga kebutuhan infrastruktur pendidikan bisa terpenuhi. Dengan demikian, proses pendidikan dan pengembangan potensi santri dapat berjalan lebih optimal.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara wakil rakyat, dunia perbankan, dan lembaga pendidikan keagamaan. Harapannya, pesantren tidak hanya semakin kokoh sebagai pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga mampu membangun kemandirian ekonomi demi mendukung kemajuan masyarakat Banyuwangi.














