BANYUWANGI – Menghadapi musim kemarau yang berdampak pada penurunan debit air secara drastis, Waduk Singir di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, melakukan pengglontoran air irigasi sekaligus sedimen, Minggu (18/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk menjaga fungsi jaringan irigasi dan mendukung kelancaran distribusi air ke lahan pertanian.
Debit air yang dialirkan ke saluran irigasi saat ini hanya sekitar 115 liter per detik, jauh menurun dibandingkan kondisi normal yang mencapai 1.686 liter per detik.
Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat jaringan irigasi Waduk Singir melayani kebutuhan pertanian di sembilan desa yang tersebar di Kecamatan Srono dan Muncar, dengan total luas areal mencapai 1.547 hektare.
Juru Bendung Waduk Singir, Dedik Suryanto, menyampaikan bahwa pengglontoran merupakan salah satu upaya untuk menjaga fungsi jaringan irigasi di tengah keterbatasan pasokan air akibat musim kemarau.
Selain menjaga kelancaran aliran air, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk membersihkan endapan sedimen di area bendungan dan saluran terkait. Pembersihan tersebut penting untuk mengantisipasi gangguan maupun kerusakan infrastruktur irigasi sekaligus menjaga kapasitas aliran air.
Dengan berkurangnya endapan sedimen, pengaturan distribusi air diharapkan semakin optimal, terutama saat memasuki musim penghujan ketika debit air berpotensi meningkat.
Proses pengglontoran Waduk Singir juga menarik perhatian masyarakat. Ratusan warga tampak berdatangan untuk menyaksikan langsung derasnya aliran air yang keluar dari bendungan.
Bahkan, sejumlah warga memanfaatkan momentum tersebut untuk mencari ikan secara beramai-ramai di sekitar kawasan bendungan. Aktivitas ini menambah keramaian selama proses pengglontoran berlangsung.
Pengglontoran air dan sedimen ini diharapkan mampu menjaga kondisi infrastruktur irigasi tetap berfungsi dengan baik serta mendukung kelancaran distribusi air bagi lahan pertanian di Kecamatan Srono dan Muncar.
Di tengah debit air yang terus menurun, pemeliharaan jaringan irigasi menjadi langkah penting agar kebutuhan air pertanian tetap dapat dikelola secara optimal, sekaligus mempersiapkan infrastruktur menghadapi peningkatan debit saat musim hujan tiba.














