TRENGGALEK – Polres Trenggalek menunjukkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui program ecology policing. Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Trenggalek Ny. Debie Rizky, menanam mangrove sekaligus melepasliarkan 100 tukik di Pantai Kili-Kili, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan di sela kunjungan kerja Kapolres Trenggalek ke Mapolsek Panggul. Penanaman mangrove dan pelepasliaran tukik menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam mendorong kepedulian terhadap kelestarian lingkungan serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
AKBP Rizky mengatakan, ecology policing merupakan bagian dari pelaksanaan tugas kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga kepedulian terhadap keberlangsungan lingkungan.
“Pelepasliaran tukik adalah bentuk nyata komitmen dalam menjaga kelestarian satwa laut, khususnya penyu, agar tetap dapat berkembang biak dan menjadi bagian penting dari ekosistem laut,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan penyu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Karena itu, kelestarian satwa yang dilindungi tersebut perlu dijaga secara bersama-sama.
Pantai Kili-Kili sendiri merupakan salah satu kawasan pesisir di Kecamatan Panggul yang dikenal dengan potensi alam sekaligus kegiatan konservasi penyu. Kondisi tersebut, kata Kapolres, menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
Selain perlindungan terhadap satwa laut, perhatian juga perlu diberikan terhadap ancaman abrasi yang dapat terjadi akibat perubahan iklim, cuaca ekstrem dan gelombang tinggi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memperkuat kawasan pesisir melalui penanaman mangrove.
“Penanaman mangrove memiliki manfaat yang besar, mulai dari menjaga abrasi, menjaga habitat biota pesisir, menyerap karbon, hingga melindungi kawasan pantai dari berbagai ancaman kerusakan lingkungan,” jelasnya.
Kapolres menegaskan, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan kriminalitas. Menurutnya, menjaga lingkungan juga menjadi bagian dari tanggung jawab bersama agar sumber daya alam tetap dapat dinikmati dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Namun demikian, kepolisian tidak dapat berjalan sendiri. AKBP Rizky mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga kawasan pesisir, antara lain dengan tidak merusak mangrove, tidak membuang sampah sembarangan, serta turut melindungi keberadaan penyu.
“Harapan kami ecology policing tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama dan menjadi budaya dalam menjaga alam. Hentikan membuang sampah di lautan karena sampah di lautan sangat rentan bagi penyu. Menjaga lingkungan hari ini berarti menjaga kehidupan masa depan dan anak-anak cucu kita,” pungkasnya.
Sementara itu, Eko Margono, anggota Pokmas Konservasi Taman Kili-Kili, mengapresiasi langkah Polres Trenggalek yang turut berpartisipasi dalam upaya pelestarian lingkungan dan perlindungan penyu.
Ia menjelaskan, konservasi Taman Kili-Kili pada tahun ini mencatat adanya penyu yang bertelur dan menetas. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 100 tukik jenis penyu lekang dilepasliarkan ke laut.
“Tadi yang kita lepasliarkan sebanyak 100 ekor tukik jenis lekang,” kata Eko.
Menurutnya, perlindungan penyu penting dilakukan untuk mempertahankan keseimbangan ekosistem laut. Ancaman terhadap penyu tidak hanya berasal dari aktivitas manusia, tetapi juga predator alami yang berada di habitatnya.
Eko berharap keterlibatan Polres Trenggalek dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan satwa penyu yang telah ditetapkan sebagai satwa dilindungi.
“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi Polres Trenggalek untuk membantu meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat sehingga orang semakin taat dengan aturan pemerintah bahwa penyu adalah hewan yang dilindungi dan keberadaannya sangat penting untuk menjaga ekosistem di laut,” pungkasnya.














