Radio Online


 

BeritaJawa timurPeristiwa

Emil Dardak Sebut 512 Orang Jadi Korban Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo

×

Emil Dardak Sebut 512 Orang Jadi Korban Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo

Sebarkan artikel ini
Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur saat meninjau korban santri keracunan massal di RSUD Notopuro Sidoarjo, Rabu (2/9/2026) dini hari. Foto: Wildan suarasurabaya.net

SIDOARJO – Dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menyebabkan ratusan penerima manfaat harus mendapatkan penanganan medis. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut total korban mencapai 512 orang.

Emil mengatakan, para korban tersebut berasal dari 19 lembaga yang menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama, yakni SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

Hal tersebut disampaikan Emil seusai meninjau RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo pada Selasa (1/9/2026) menjelang tengah malam. Saat kunjungan berlangsung, sejumlah pasien masih menjalani penanganan dan observasi medis.

“Kami mengapresiasi pihak rumah sakit maupun Dinkes Sidoarjo dan BPBD Sidoarjo serta Pak Bupati karena yang masuk itu sudah menjelang 300 pasien di rumah sakit Notopuro dan mereka semua tertangani dengan baik,” kata Emil saat on air di Radio Suara Surabaya, Rabu (2/9/2026) pagi.

Menurut Emil, BPBD Sidoarjo turut menyiapkan tambahan tempat tidur untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan pasien. Penanganan medis dilakukan sesuai kondisi masing-masing pasien, termasuk pemberian infus untuk membantu proses rehidrasi akibat kehilangan cairan.

Lebih dari 200 pasien yang sebelumnya menjalani perawatan di RSUD R.T. Notopuro telah diperbolehkan pulang. Sementara itu, sebanyak 92 pasien masih menjalani observasi dan tiga pasien lainnya masih menjalani rawat inap.

Selain di RSUD R.T. Notopuro, sejumlah korban juga mendapatkan penanganan di RS Siti Hajar. Dari sekitar 77 pasien yang masuk, lebih dari 30 orang di antaranya masih menjalani rawat inap.

“Total ada delapan rumah sakit tetapi yang terbanyak ini adalah di RSUD Notopuro yang masuk sana, sekitar 330-an kalau tidak salah,” ujarnya.

Emil juga meminta masyarakat tidak menyimpulkan bahwa dugaan keracunan tersebut hanya berkaitan dengan satu pondok pesantren atau satu lembaga pendidikan. Menurutnya, korban berasal dari berbagai lembaga yang menerima makanan dari SPPG yang sama.

“Kalau ada informasi bahwa mereka mengkonsumsi juga dari pihak pesantren itu sudah mungkin perlu diimbangi dengan informasi bahwa memang yang dirujuk rumah sakit ada dari 19 lembaga,” jelasnya.

Ia menjelaskan, salah satu kesamaan dari para korban adalah mereka menerima makanan dari SPPG yang sama dan mengonsumsi menu yang sama.

“Ya kita lihat faktor apa kesamaan dari semua adalah penerima dari SPPG yang sama. Mengkonsumsi menu yang juga kebetulan sama,” kata Emil.

Meski demikian, penanganan terhadap pasien tidak dilakukan secara seragam. Tenaga medis menyesuaikan tindakan dengan kondisi masing-masing pasien, termasuk memperhatikan pasien yang memiliki riwayat penyakit tertentu maupun alergi terhadap obat.

Emil menyebut sebagian pasien yang telah mendapatkan infus mulai menunjukkan kondisi membaik. Namun, beberapa pasien masih mengalami lemas akibat kehilangan cairan.

“Karena mungkin ya tadi kehilangan cairan banyak tapi mereka sudah rehidrasi, dari perutnya sudah mulai lebih nyaman lah kondisinya,” katanya.

Emil juga mengapresiasi respons cepat rumah sakit dalam menghadapi lonjakan pasien. Dengan banyaknya pasien yang datang secara bersamaan, rumah sakit mendatangkan tenaga medis yang berstatus on call untuk membantu pelayanan.

Di sisi lain, pasien lain yang datang ke instalasi gawat darurat (IGD) dengan keluhan berbeda tetap mendapatkan pelayanan medis.

“Jadi mereka mendatangkan tenaga medis yang on call ke rumah sakit. Kemudian mereka juga pasien-pasien lain di IGD yang keluhannya lain bukan karena keracunan makanan juga tetap tertangani dengan baik,” pungkasnya.

Penulis: LendraEditor: Redaksi

Comments (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *